Beranda Nasional Praswad Nugraha : Trademark-nya KPK Itu “Berani Jujur Hebat” Harusnya, Malah “Berani...

Praswad Nugraha : Trademark-nya KPK Itu “Berani Jujur Hebat” Harusnya, Malah “Berani Jujur Pecat”

81
0

SumselNews.co.id Jakarta | Di balik layar, penyidik KPK buka-bukaan soal posisi Harun Masiku dan sejumlah iming-iming khayalan dari sang pimpinan, Dilansir dari video Narasi.tv halaman Facebook Najwa Shihab, pada sabtu (29/05/2021).
⁣⁣
Saat datang di studio Mata Najwa, penyidik KPK pun kompak mengenakan kaos bertuliskan “Berani Jujur Pecat” sebagai simbol terkini dari upaya menyingkirkan penyidik KPK yang sedang menangani kasus-kasus besar.⁣⁣

Najwa Shihab menggungkapkan, setelah tiga minggu tidak ada Mata Najwa karena dirinya sempat sakit, hari ini kita mulai live Mata Najwa lagi dan topiknya spesifik kita bahas nasib 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan, ucap Najwa di video tersebut, yang tayang jum’at (28/05/2021) kemarin.

Kata Najwa, sengaja topik ini kita angkat, karena juga ini sebetulnya permintaan teman-teman, ketika kita bertanya, apa nih topik yang perlu diangkat, perlu dibahas di Mata Najwa minggu ini, katanya.

“Trademark-nya KPK itu “Berani jujur hebat” harusnya. Bukan malah hebat, sekarang malah ketika kita berani jujur kita dipecat, ucap Praswad Nugraha (Penyidik KPK), dengan memakai baju bertuliskan “Berani jujur pecat”.

Sementara Novel Baswedan (Kasatgas Penyidik KPK) mengatakan, sebetulnya kalau bicara kasus besar itu, ada kasus yang sudah jalan dan ada kasus yang masih dipersiapkan.

Nah potensi dalam penyelidikan kan banyak, sambung Novel Baswedan, nah masalahnya adalah, kami itu sebetulnya setahun dua tahun ini hambatan dalam rangka ke situ banyak, jadi kawan-kawan kalau memeriksa upaya-upaya untuk men-delay, upaya-upaya untuk mengintervensi itu, untuk memanggil seseorang itu kadang dihambat.

Di penyelidikan juga banyak kasus yang sedang dipersiapkan jalan ternyata tidak dikasih akses untuk pembahasan dan lain-lain. Jadi upaya-upaya untuk menghalangi itu banyak. Dan itu kami merasakan ketika ada di KPK saat bekerja.

Kita itu sebetulnya dapat kesulitan banyak, nah sekarang ini sepertinya upaya-upaya kami untuk memperjuangkan agar penanganan perkara itu bisa berjalan itu dihambat dengan sungguh-sungguh dengan cara “Disingkirkan ajalah orang-orang ini…” kurang lebih begitu, tegas Novel Baswedan.

“Jumlah penyidik 100 enggak nyampe, sementara penyidik yang kena 20 orang dan 9 orang Kasatgas, dan Kasatgas ini adalah orang-orang yang sudah jadi punawirawan polisi,” jelas Giri Suprapdiono (Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti Korupsi KPK).

Harun Al Rasyid (Kasatgas Penyidik KPK) juga membeberkan, Saya punya hubungan yang lebih khusus kalau dengan Pak Firli, jadi ketika dia jadi Deputi, saya dijuluki sama Pak Firli itu raja OTT, karena OTT terbanyak itu pada saat Firli jadi Deputi, itu 2018, memang bukan saya semua, tapi waktu itu yang paling banyak OTT.

Bahkan Firli bilang, “Aku punya utang budi, saya kasih hadiah kamu.” Hari ini yang saya tagih hadiah itu, saya enggak minta apa-apa sama kamu, saya cuma minta, nama saya dan kawan-kawan saya tolong diperhatikan, jangan berbuat zolim, utang budi yang anda bilang dulu akan berikan hadiah kepada raja OTT itu enggak ada, mana…? Pungkasnya. (Narasi.tv / w1n24)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here