Sumselnews.co.id|Muba- Guna memastikan hasil pekerjaan pembangunan infrastruktur yang memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan spesifikasi telah direncanakan. Pihak Dinas PU PR Kabupaten Musi Banyuasin melakukan kerjasama dengan pihak Politeknik Sriwijaya untuk memastikan peralatan yang sudah ada di laboratorium Dinas PU PR Muba sebagai alat uji matrial bisa di fungsikan.

Plt Bupati Muba Beni Hernedi SIP, melalui Asisten Bidang Pengawasan dan Pembangunan yang juga sebagai Plt Kepala Dinas PU PR Muba, Drs H Yusuf Amilin MM, mengatakan, sebelumnya Dinas PU PR Muba sudah melakukan audensi dengan direktur Polteknik Sriwijaya Palembang.
“Hasilnya hari ini, pihak dari Politeknik Sriwijaya datang ke laboratorium Dinas PU PR, tim memeriksa peralatan yang sudah dibeli beberapa waktu lalu untuk difungsikan,” katanya

Dijelaskanya, Laboratorium ini ada tiga labor yang akan di fungsikan yakni labor penguji tanah labor penguhi beton dan labor penguji aspal. Dengan bisa difungsikannya alat-alat laboratorium penguji ini, Dinas PU PR bisa mengetahui kualitas pekerjaan dari rekananan.
“Sebagai contoh jika kita menginginkan kualitas K300 harus sesuai dengan apa yang kita inginkan. Jadi jangan seperti temuan BPK setiap tahunya, selalu ada temuan soal pekerjaan yang tidak sesaui dengan spekfikasi,” jelasnya
Oleh karena itu, jika hasil pengecekkan dari pihak Poltek Sriwijaya bahwa alat ini layak dan berkulitas, maka dari itu, kedepanya pola uji matrial melalui laboratorium ini akan dijalankan. “Agar kualitas pembangunan sesuai dengan perencanaan,” terangnya.
Yusuf menyebut, kedepan pihaknya akan lebih ketat terhadap kegiatan pembangunan khususnya infrastruktur jalan, bangunan dan kontruksi lainya terhadap hasil atau kualitas pekerjaan yang dikerjakan oleh rekanan.
“Dari itu kita fungsikan laboratorium ini, jadi ketika termin pertama dan kedua cair kita akan ambil sampel dan kita lakukan pengujian di laboratorium ini ketika itu tidak sesuai dengan yang kita inginkan tekanan itu tidak akan dibayar kerjaannya. Kedepan semua rekanan yang mendapat pekerjaan beton wajib membeli di Batching Plant,” cetusnya.
Sementara, Senat Politeknik Sriwijaya, Zainuddin Muhktar ST. MT, mengatakan, hal ini dijalankan, karena ada kerjasama dengan Dinas PU PR Muba, mengenai kedatangannya dalam rangka untuk melihat alat-alat yang ada. Dimana alat alat ini tidak lain untuk menguji kualitas suatu proyek jadi dalam suatu proyek.
“Jadi misalnya masalah beton untuk mengetahui karakteristik dari pada beton itu apakah itu K300, K200, atau K100 itu dengan peralatan yang ada di sini ini bisa di uji dan dapat diketahui dengan jelas,” ujarnya
Begitu juga masalah tanah apakah CBR nya sudah memenuhi standar atau tidak mengunakan alat elektrik CBR. Itu bisa di uji tanah tanah yang ada di lapangan. “Jadi kalau kita mau merencanakan jalan itu kan ada standar daya dukung CBR yang harus dipenuhi kalau tanah itu tidak terpenuhi itu tanah itu harus kita perbaiki lagi kita perbaiki dengan tanah pilihan,” katanya
Mengenai peralatan yang dimiliki Dinas PU PR Muba ini alatnya itu sudah termasuk sangat sangat baik sekali malahan dibandingkan dengan alat di Poltek Sriwijaya masih menggunakan alat lama.
“Tapi fungsinya sama, hanya saja kan kalau yang baru sekarang sudah bermain dielektrik kalau kita ini kan masih dulu manual tapi pada prinsipnya sama. Intinya semuanya itu kalo sudah tersandarisasi nggak ada masalah, jadi kedatangan kami hari ini menginvetarsir alat-alat. Kami melihat laboratorium di PUPR Muba ini sudah mumpuni pekerjaan aspal, pekerjaan pekerjaan agregat, pekerjaan tanah dasar termasuk juga kalau jalanya itu menggunakan beton,” tukasnya
Kedepan, agar peralatan ini bisa difungsikan dengan baik maka harus mencari Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. “Maka kita harus memberikan pelatihan agar mengenal alat-alat ini sehingga mengerti masing-masing fungsi alat tersebut. Nanti setelah kami memberikan pelatihan alat alat ini bisa digunakan pada saat pekerjaan pekerjaan kontruksi,” tukasnya






