Beranda Pali Kasus Korupsi ASABRI Rugikan Negara Rp 23 Triliun, Jaksa Sita Aset dan...

Kasus Korupsi ASABRI Rugikan Negara Rp 23 Triliun, Jaksa Sita Aset dan Amankan 9 Tersangka

383
0

SumselNews.co.id  PALI | Tim Jaksa Penyidik  Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah melakukan tindakan penyitaan barang bukti dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Agung Arifianto melalui Kasi Intel, Zulkifli menuturkan, bahwa dalam tindak pidana tersebut diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 23 Triliun.

“Dalam perkara ini Tim Penyidik Kejaksaan Agung telah mengamankan empat orang tersangka, diantaranya inisial BTS, SW, JS dan HH,” ungkap Zulkifli, Kamis (04/03/2021).

Joel sapaannya menjelaskan, adapun beberapa barang bukti yang sudah berhasil disita dalam perkara tersebut antara lain berupa aset Tersangka BTS antara lain,155 bidang tanah di Kabupaten Lebak dengan luas total 343.461 m2.

Kemudian, 566 bidang Tanah di Kabupaten Lebak berdasarkan Surat Pelepasan (SPH) dengan luas seluruhnya 1.929.502 m2. 131 bidang Tanah di Kabupaten Lebak atas nama PT. Harvest Time dengan luas total 1.838.639 m2.

Selanjutnya, 2 bidang Tanah di Kota Batam atas nama PT. Mulia Manunggal Karsa luas total 200.000 m2.

“Total 854 bidang tanah seluas 410 hektar dari tersangka BTS,” ujarnya.

“Kemudian, dari tersangka SW sudah disita barang bukti berupa aset sebanyak 17 unit Bus dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI),” jelas Joel.

Tersangka selanjutnya diamankan inisial JS. Dari tangan JS diamankan tiga mobil mewah, puluhan juta uang tunai berbagai mata uang, cek senilai Rp 2 Milyar dan dua set perhiasan.

“Kemudian puluhan jam tangan mewah milik tersangka JS disita Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Agung,” jelas Joel.

Tersangka ke empat diamankan inisial HH. Dari tangannya disita barang bukti berupa Kapal Tangker LNG dan mobil mewah serta puluhan ribu hektar lahan tambang nikel.

Dijelaskan, terhadap aset dari empat ersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya.

“Penyitaan asset-aset para tersangka lainnya masih dilakukan pelacakan dengan bekerja sama dengan Pusat Pelacakan Aset baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri.” katanya.(Rn/Rg)

Tanggal Update on 4 Maret 2021 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here