MUBA  

“Gawat” Hacker Anonymous Retas Data Pasien RSUD Sekayu.

Sumselnews.co.id|Muba- Beredar informasi, data pasien Rumah Sakit umum daerah Sekayu (RSUD) Diretas Hacker Anonymous. Berdasarkan informasi data pasien yang diretas hecker data pasien mulai dari tahun 2017- 2022.

Terkait hal itu, dikonfirmasi awak media, plt, RSUD Sekayu dr H Azmi Dariusmansyah, MARS membenarkan jika data ada di server RSUD Sekayu diretas.Namum hingga saat ini pihak RSUD Sekayu melalu unit bidang IT berupaya untuk melakukan pemulihan data yang diretas oleh hecker.

“Ya, benar terkait persoalan ini sudah kita laporkan ke polres, namun kita diarahkan untuk melaporkan permaslahan ini ke polda Sumsel. Untuk persoalan data saat ini sedang diproses Inshaa Allah bisa kembali semua datanya, alhamdulillah selain pihak vendor bertanggung jawab dari diskominfo juga membatu persoalan ini,”ungkap dr Azmi di hubungi, Sabtu (14/1)

Dikatanya, pihaknya juga sudah melakukan upaya terkait peretasan data tersebut, sebab sim itu, tidak hanya menyangkut data pasien saja, melainkan transaksi seperti obat semua masuk di sim semua.

“Peretasan ini sudah dua kali terjadi dari laporan, memang kelemehan RSUD mereka belum sempat memasukkan ke dalam link ke yang pengumpulan satu data. Ini kan dalam proses ternyata sudah terlebih dahulu di hekcker,”bebernya.

Lanjut dia, memang pihaknya belum sempat melakukan pengaman server, karena masih menggunakan server milik RSUD sekayu sendiri. Sehingga pada saat kasus peretasan ini terjadi, Alhamdulillah RSUD Sekayu sudah ada backup data walaupun backup data yang ada terkahir bulan Desember 2022. Untuk data yang belum terbackup tugas mereka bersama vendor memasukan dan menginput kembali data.

“Jadi, untuk mengatasi ke depan persoalan seperti ini, kita sudah kita komunikasikan dengan diskominfo untuk dimasukan data linkya ke batam, jadi seperti sistem clouds dan rencana nya nanti kita juga akan mengajak cloud ini dengan pihak telkom. Sehingga jika ada kejadian seperti ini kita tida ada persoalan lagi.”tegasnya.

Baca Juga  Minta Progress Perhari, Tegaskan Kepala OPD Jangan Nyantai di Kantor

Azmi menyebut, pihaknya juga sudah melakukan koreksi dan sudah memanggil pihak vendor. kita ketahui bersama vendronya ini terbaik se- Sumsel, hanya saja pihaknya tidak mengetahui kenapa menghantam yang pemerintah.

“Yang dikhawtirkan, data pasien ini disalahgunakan oleh pihak heckher, mempublis data pasien yang menyakut riwayat privasi. Untuk itu, kita juga akan melaporkan kasus peretasan ini ke Dirkrimsus Subdit V (Cyber Crime) Polda Sumsel,” imbuhnya.

Sekedar informasi, berdasarkan data yang berhasil dihimpun, peretasan data oleh hecker berawal dari

• Pada hari minggu, tanggal 8 Januari 2023, pukul 14:16 Wib ada laporan dari dokter IGD RSUD Sekayu ke petugas IT RSUD Sekayu yang sedang berjaga pada saat itu, bahwa mereka tidak dapat mengentri data pasien kedalam SIMRS Avicenna.

• Petugas IT tersebut pun langsung mengecek pada server apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata saat dicek, server tidak berjalan. Kemudian petugas IT tersebut menghubungi petugas IT yang lainnya yang bertanggung jawab sebagai pemegang server, untuk mengecek remote server dan ternyata ada ClearLock yang meminta Password.

• Pemegang server tersebut menghubungi Petugas IT yang lain, mungkin ada yang membuat password pada server. dan tidak ada yang merasa membuat password pada server.

• Ka. Unit IT menghubungi Vendor SIMRS menanyakan hal tersebut, namun dari pihak vendor juga tidak ada remote dan mengunakan password pada server SIM RS.

• Tim IT merestart server, tetapi tidak bisa masuk ke OS lagi. Lalu Tim IT melepaskan hardisk ekstemal kemudian di pasang lagi. Saat dicek kembali, seluruh data di hardisk ekstemal berubah format menjadi PHOENIX file dan ada satu file txt yang isi nya !!!AII ofyourfiles are encrypted!!! To decrypt them send e-mail to this address:
Xxxxx

Baca Juga  Realisasi Program Bedah Rumah/BSPS Dinas Perkim Muba Selesai 100 Persen.

• Lalu pihak Vendor SIM RS menyarankan Tim IT untuk mencoba menghubungi email tersebut. Lalu Tim IT mencoba menghubungi email tersebut dan mendapatkan balasan sebagai berikut :

“Hallo. Data Anda akan dipulihkan dalam 10-20 menit. Di bawah ini adalah instruksinya. Jika Anda setuju dengan persyaratan kami, kami akan mengirimkan file uji dan dompet kepada Anda.
Prosedur pemulihan adalah sebagai berikut :

1.Xxxxxx.
2.Xxxxx
3.xxxxxx
4.xxxxx
5.xxxxx
6.xxxxx
7.xxxxx

• Kemudian, Tim IT pun melakukan konsultasi dengan Pihak Manajemen RSUD Sekayu pada hari itu juga mengenai langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya. Mengingat back up data otomatis yang ada juga ikut di hapus. Yang masih ada adalah back up data manual terhitung pada tahun 2017 sampai dengan data tanggal 19 November 2022. Untuk data terhitung pada tanggal 20 November 2022 sampai tanggal 08 Januari 2023 tidak dapat diakses lagi / hilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *