Sumselnews.co.id|Muba- Fathurahman, satu diantara atlet pelajar berprestasi asal Musi Banyuasin yang sudah mengharumkan Nama Musi Banyuasin di Beberapa ajang pertandingan kini telah tiada. Patriot Olahraga ini meninggal dunia saat hendak persiapan pertandingan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas)
Namun, meninggalnya Almarhum Fathurahman menyisakan banyak cerita yang sangat sedih bagi keluarga terutama kedua orang tuanya.Hal itu diketahui setelah orang tua ayah Fathurahman Nazarudin menyampaikan berita duka di hadapan awak media, Selasa (19/9) di rumah makan Kupek Randik Sekayu.
Dikatakan Nazarudin, orang tua dari almarhum Faturahman atlet Pencak Silat Musi Banyuasin masuk dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) pada 29 Juli 2023 lalu.
Namun kabar duka yang mendalam menimpa anaknya itu yeng merupakan Atlet Pencak Silat Meninggal Saat Menjalani TC Persiapan Popnas itu yang mengguncang dunia olahraga Indonesia dengan kepergian mendadak seorang atlet Pencak Silat yang dikirim untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) tahun ini.
Atlet berbakat tersebut, yang berasal dari Kabupaten Muba, Sumatera Selatan, meninggal dunia pada 17 Agustus 2023 lalu, saat sedang menjalani pemusatan latihan (TC) untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Popnas.
Tim pelatih dan rekan-rekannya di dunia Pencak Silat terpukul mendengar kabar duka ini. Mereka menggambarkan atlet tersebut sebagai pribadi yang berdedikasi tinggi dan memiliki potensi besar dalam olahraga tersebut.
“Anak saya pernah mendapatkan Medali Emas di ajang Kejuaraan Stie oven Jakarta dan Popda Provinsi dan Medali Perak kejuaraan nasional Kapolri Cap,” jelas Nazarudin orang tua dari almarhum Faturahman,
Namun, ucapan yang disampaikan oleh orang tua almarhum tentu saja tidak sebanding dengan apa yang dialami anaknya sesaat sebelum meregang nyawa. Karena penyebab kepergian almarhum untuk selama nya itu, dikabarkan sakit namun tidak ada kejelasan dari pihak yang terkait.
Diceritakan oleh Nazarudin, bahwa almarhum pergi ke Palembang mengikuti pemusatan pelatihan atas permintaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel dalam rangka kejuaraan POPNAS jakabaring Palembang.
“Anak saya Fathurahman, berangkat pada 2 Agustus 2023, dalam rangka event Popnas dalam Cabang Olahraga Pencak Silat, dan mengikuti kategori SENI BELADIRI, nah saat di Palembang almarhum tidak ada komunikasi sama sekali, lalu tanggal 16 Agustus 2023, ayahnya di kabarkan anaknya pingsan,”bebernya
Mendapat kabar anaknya pingsan, Nazaruddin pun ke Palembang dimana anaknya sudah dibawa ke RS Al Rasyid,
“Saat di rumah sakit tidak ada penanganan ekfktif, sedangkan anaknya tidak sadarkan diri. Akhirnya saya minta paksa anak saya dibawa ke RS Siloam, kemudian masih kurang merasa puas, dibawa ke RSMH Palembang,” terang ayah almarhum Nazarudin
Kemudian, saat menyelesaikan Administrasi di RS Sloam terkesan semua biaya di beban sama orang tua dimana tanggung jawab propinsi.
“Lalu untung saja, saya menghubungi pak Alpian anggota DPRD Muba, beliaulah yang membantu membayar administrasi di RS Sloam,” katanya
Dirinya juga menyebutkan jika dari perwakilan Dispopar Muba hanya membantu uang sebesar Rp 2,5 juta.
“Sampai sekarang kami sebagai keluarga Almarhum, tidak ada sama sekali penghargaan dari pihak Provinsi Sumsel sebagai penyelenggara, tidak ada satupun yang datang saat anak saya meninggal,”cetusnya.
Maka dari itu, apabila tidak ada sama sekali penghargaan, saya melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib. “Ya, nanti kami akan melaporkan ke pihak Polda Sumatera Selatan,” tegasnya.
Terpisah, Anggota DPRD Muba, Alpian dari komisi 1, mengungkapkan prihatin atas kejadian menimpa almarhum Fathurahman.
“Kejadian yang menimpa atlet pencak silat ini tentu saja menjadi pembelajaran bersama. Terutama kepada pihak penyelenggara, hendaknya dapat memberikan perhatian secara penuh, karena almarhum pada saat itu mengikuti kegiatan yang terbilang di tingkat nasional,” katanya
Artinya dari kejadian yang menimpa Fathurahman, ambil pelajaran agar jadi perhatian semua pihak.
“Kedepan dari kejadian ini, maka akan menyampaikan ke komisi IV, agar bisa mengevaluasi tentang semua yang bersangkutan terhadap atlet -atlet Muba ini. Semua atlet adalah pahlawan daerahnya, dan berikanlah apa yang menjadi hak mereka, karena saya tau semua itu ada anggarannya,” imbuhnya.






