PALEMBANG – Kepedulian terhadap masa depan generasi muda kembali digaungkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Selatan bersama TP PKK Pusat. Melalui kampanye edukatif, mereka mengingatkan bahaya narkoba, judi online (judol), dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang kian marak.
Sosialisasi digelar di SMK Negeri 6 Palembang, Rabu (31/7/2025), dengan melibatkan ratusan pelajar. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari gerakan nasional membentengi remaja dari pengaruh negatif era digital.
Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian, hadir langsung bersama Ketua TP PKK Sumsel, Hj. Febrita Lustia Herman Deru (Feby Deru). Keduanya menyampaikan pesan edukatif agar pelajar lebih waspada terhadap jebakan dunia maya yang berpotensi merusak masa depan.
“Anak-anak harus tahu betapa bahayanya judi online, pinjaman online, dan narkoba. Ini bukan sekadar ancaman, tetapi sudah jadi penyakit sosial yang merusak masa depan,” tegas Tri Suswati.
Ia menambahkan, TP PKK Pusat juga menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui MoU untuk memperkuat edukasi secara nasional.
Sementara itu, Feby Deru menyampaikan apresiasi atas kepercayaan TP PKK Pusat memilih Sumsel sebagai lokasi sosialisasi. Ia menilai, maraknya judi online di kalangan remaja menjadi perhatian serius TP PKK Sumsel, khususnya melalui Pokja I.
“Fenomena ini sangat meresahkan. Karena itu, kami terus lakukan penyuluhan di sekolah-sekolah dan memperluas akses informasi lewat webinar seperti Tepak Songket,” ujar Feby.
Lebih jauh, ia juga memperkenalkan inovasi Rumah Cinta yang kini hadir di seluruh kabupaten/kota Sumsel. Rumah Cinta menjadi wadah edukasi dan pelayanan keluarga, mulai dari konsultasi psikologi, taman bacaan, hingga ruang bermain bagi anak.
“Ini bagian dari penguatan karakter sejak dini,” tandasnya.






