MUI Desak Menlu Sugiono Buktikan Manfaat Keanggotaan Indonesia di Board of Peace

MUI Desak Menlu Sugiono Buktikan Manfaat Keanggotaan Indonesia di Board of Peace

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak Menteri Luar Negeri Sugiono untuk membuktikan manfaat keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) setelah sembilan warga negara Indonesia (WNI) ditangkap oleh tentara Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotila. MUI juga mengecam Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang dinilai belum bertindak tegas dalam menangani kasus ini.

Desakan Ketua MUI

Ketua MUI Bidang Ukhuah, K.H. Zaitun Rasmin, menyatakan bahwa Menlu Sugiono harus memanfaatkan komunikasi dengan tujuh negara Islam lain yang juga menjadi anggota Board of Peace. Zaitun meminta agar Sugiono dapat melobi negara-negara tersebut untuk bersama-sama mendesak Amerika Serikat (AS) agar Israel membebaskan sembilan WNI yang ditahan.

‘Saya meyakini ketika lobi ini berhasil, maka Israel akan menuruti perintah AS yang merupakan sekutunya,’ ujar Zaitun dalam keterangan persnya, Rabu (20/5).

Lobi Melalui Board of Peace

Menurut Zaitun, langkah diplomasi melalui Board of Peace harus segera dioptimalkan. Jika upaya tersebut tidak membuahkan hasil, ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto harus segera mengambil langkah lain untuk menyelesaikan polemik ini.

‘Presiden Prabowo juga harus segera menyelesaikan polemik ini jika jalan melalui BOP tak membuahkan hasil,’ tegasnya.

Kronologi Penangkapan

Sebelumnya, Juru Bicara Kemlu, Fone Mewengkang, mengungkapkan bahwa sembilan WNI tersebut ditangkap di Pelabuhan Ashdod, Israel Selatan. Mereka bersama dengan relawan Global Sumud Flotila (GSF) yang turut ditahan oleh otoritas Israel.

Fone menyebutkan bahwa pemerintah Israel menangkap setidaknya 430 relawan kemanusiaan dalam operasi tersebut. ‘Mereka adalah bagian dari misi kemanusiaan yang hendak membawa bantuan ke Gaza,’ jelasnya.

Permohonan ke Presiden

MUI secara resmi menyampaikan permohonan langsung kepada Presiden Prabowo. Dalam pernyataan bersama dengan pimpinan organisasi masyarakat Islam dan lembaga filantropi nasional, MUI meminta Presiden untuk segera mengupayakan pembebasan para sandera.

Baca Juga  10 Prompt Gambar Nano Manana yang Lagi Viral di Sosmed, Bikin Imajinasi Meledak!

‘Kami pimpinan Majelis Ulama Indonesia bersama pimpinan ormas Islam dan lembaga filantropi nasional memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengupayakan pembebasan sembilan sandera Indonesia dan sandera lainnya yang ditahan oleh Zionis Israel,’ demikian bunyi pernyataan MUI.

Langkah Selanjutnya

MUI juga akan menyurati Kementerian Luar Negeri, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk meminta bantuan dalam upaya pemulangan sembilan WNI tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat tekanan diplomatik terhadap Israel agar segera membebaskan warga Indonesia yang ditahan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Menlu Sugiono maupun Kemlu terkait desakan MUI tersebut.