Beranda MUBA Tinjau Peserta Didik, Awal Juli Muba Siap Laksanakan Belajar Tatap Muka

Tinjau Peserta Didik, Awal Juli Muba Siap Laksanakan Belajar Tatap Muka

139
0

Komandan Kodim (Dandim) 0401/Muba letkol Arh Fariz Kurniawan ST MT bersama Kapolres Muba AKBP Erlintang Jaya SH SIK serta pihak Dinas Pendidikan melakukan monitoring peserta didik yang sedang melakukan ujian sekolah secara tatap muka.

“Pagi ini, kami dari Forkominda melakukan monitoring peninjauan pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar di beberapa sekolah. Dari hasil evaluasi monitoring di beberapa sekolah SD dan SMP yang melakukan ujian secara langsung (tatap muka), semua berjalan baik dan sudah sesuai prosedur dengan menerapkan aturan protokol kesehatan (Prokes),”ungkap Fariz, usia meninjau sekolah di SDN 8 Sekayu, Selasa (8/6).

Dikatakanya, Dari sekolah yang ditinjau diantaranya SMPN 1 Sekayu dan SDN 8 Sekayu, syukur alhamdulillah semuanya sudah melaksanakan sesuai dengan instruksi presiden, mulai dari jumlah peserta didik yang 25% pelaksanaan kegiatan maksimal 4 jam 1 minggu 2 kali atas inisiasi daripada orang tua siswa serta guru yang sudah harus melaksanakan vaksinasi terlebih dahulu alhamdulilah semua sudah dilaksanakan.

“saat ini merupakan sesi percobaan-percobaan karena memang ini saatnya melaksanakan ujian baru ujian, insyaallah tahun ajaran baru 2021 pada awal bulan Juli Kabupaten Musi Banyuasin siap untuk melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara langsung tatap Muka bagi level SD, SMP maupun SMA,”tegasanya.

Disinggung terkait, jika ada sekolah yang tidak atau belum menerapkan protokol kesehatan, orang nomor satu di jajaran kodim 0401/Muba ini mengatakan, disini pihaknya didampingi juga dari Dinas pendidikan, apabila memang ditemukanya ada sekolah yang tidak sesuai protokol kesehatan. Pihaknya akan memberikan koreksi evaluasi dan kita berikan kesempatan kepada sekolah tersebut untuk membenahi mengenai,pada saatnya mereka diminta untuk menyampaikan laporan segera ke pihak dinas pendidikan.

“kita akan meninjau ulang, bukan berarti terus kita hanya mencari kesalahan dan hanya untuk menindak tidak, tetapi hanya memberikan asistensi bagaimana caranya mereka ini harus sesuai dengan produk kesehatan dan siap untuk melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara langsung,”Imbuhnya.

Sementara kabid SMP Dinas pendidikan Kabupaten Muba Nazarul Hasan MPd, mengatakan, hari ini pihanya bersama forkominda meninjau proses belajar mengajar dibeberapa sekolah, hari ini untuk pelaksanaan penilaian akhir tahun tatap muka seluruh SD dan SMP di Kabupaten Musi Banyuasin negeri dan swasta.Kegiatan ini merupakan uji coba untuk pelaksanaan tatap muka di awal pelajaran 2021/2022.

“Keberhasilan hari ini tentu akan menjadi poin bagi forkominda maupun tim gugus tugas covid -19 untuk menentukan di beberapa Kecamatan apakah sekolah itu boleh dibuka atau tidak,”,ungkapnya.

Tetapi, Kata Nazarul panismen ini diberlakukan ketika sudah diamati dan diberi peluang untuk melengkapi semua protokol kesehatan yang ada di sekolah ketika peluang itu terjadi kita berikan sekolah juga tidak melaksanakan itu maka kepala dinas pendidikan menyampaikan ke kami bahwa Kepala sekolahnya akan kita evaluasi karena kebijakan apapun di sekolah Kepala sekolah yang pegang kendalinya

“mudah-mudahan tadi setelah ditinjau oleh kapolres dan Dandim di beberapa sekolah insyaallah mewakili dalam kota sekayu ini sudah bisa dilakukan proses belajar mengajar secara tatap Muka , tetapi tetap penentuan tatap muka di sekolah di satuan pendidikan di tahun pelajaran 2021/2022 serahkan kepada kecamatan lebih dan tim gugus tugas Kecamatan. Boleh saja pak Bupati mengambil kebijakan untuk tatap muka tetapi jika Camat mengatakan bahwa sekolah itu tidak layak maka dia tidak boleh kita kembalikan seperti itu,”cetusnya.

Nazarul menyebut, saat ini sekolah yang sudah mempersiapakan protokol kesehatan untuk persipan PTM, sudah hampir memasuki angka 96% dari jumlah 156 sekolah, dan sisaya 4% itu sekolah yang berada ditempat terpencil di daerah-daerah dan rata-rata sekolahnya bergabung dengan SD Satu Atap artinya mereka harus berkolaborasi dengan SD.Sementara untuk Jumlah SD yakni 450 an yang sudah memenuhi dan mempersipakan protokol kesehatan 89%..

Untuk mekanisme proses belajar mengajar sendiri Ia menerangkan, Disdik sudah mengatur SOP pertama jumlah jam dalam satu hari itu tidak boleh lebih dari pukul 12.00 wib durasi masing-masing mata pelajaran kalau selama ini 40 menit kita kurangi 30 menit tidak ada waktu istirahat kantin tidak boleh buka

Kemudian jumlah kelas yang harus sekolah dalam 1 hari 1/3 tidak 100% misalnya 300 artinya hari Senin itu 100 hari Selasa 100 dan tidak dikenal lima hari sekolah tetap 6 hari sampai dengan Sabtu karena pembagiannya sepertiga dari jumlah peserta didik ini SOP ini sudah siap di bulan september tetapi pelaksanaannya mungkin kita tunggu dari pak Bupati

Namun, masih yang menjadi PR Juga persoalan orang tua yang mengantar jemput anaknya. kadang-kadang anak tidak berkerumun di sekolah orang tuanya yang berkerumun di luar disekolah. Makanya, pihaknya sudah meinta pihak sekolah mewajibkan di untuk menyusun SK Tim gugus tugas tingkat satuan pendidikan sekolah agar dia mengatur jangan sampai anak itu yang diantar orang tuanya ngumpul dan lain sebagainya di sekolah insya Allah kita bisa jamin bahwa dia akan kita akan bisa memutus mata rantai covid-19

“ketika anak pulang ini yang paling berbahaya yang itu yang harus kita berikan stresing kepada kepala sekolah agar timnya bekerja untuk itu.Jika ada yang diketahui terkonfirmasi dan positif maka sekolah harus ditutup bekerjasama dengan puskesmas untuk melakukan semprotan disinfektan diberi waktu 14 Hari untuk dibuka kembali dengan melaksanakan sesuai dengan SOP yang Sudah di buat,” tukasnya.

Tanggal Update on 8 Juni 2021 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here