PALEMBANG – Waspada bagi warga Palembang! Modus pencurian sepeda motor (curanmor) kini semakin licik dan tak terduga. Sebuah kasus terbaru mengungkapkan metode penipuan yang memanfaatkan transaksi jual beli donat, disertai akting pura-pura menelpon istri, berhasil menggasak sepeda motor korban.
Kejadian mengejutkan ini terjadi pada hari Rabu, 20 Agustus 2025, sekitar pukul 08.20 WIB pagi, di Jalan Sido Ing Lautan, Lorong Tapak Nyari, 35 Ilir, Ilir Barat 2, Palembang. Korban, yang saat itu berniat melakukan transaksi penjualan tiga kotak donat, malah harus kehilangan sepeda motor kesayangaya. Informasi mengenai insiden ini pertama kali diposting oleh akun media sosial Plembang_Yedak! yang segera menarik perhatian publik.
Menurut informasi yang beredar dan terekam kamera CCTV warga sekitar, pelaku mendekati korban dengan berpura-pura menjadi pembeli donat. Selama interaksi, pelaku tampak sibuk berbicara di telepon, mengklaim sedang berbicara dengan istrinya. Dengan dalih untuk menjemput istrinya yang akan mengambil pesanan donat tersebut, pelaku dengan lihai meminta izin untuk meminjam sepeda motor korban. Modus ini tergolong baru dan menunjukkan betapa kreatifnya para pelaku kejahatan dalam mencari celah untuk melancarkan aksinya.
Yang lebih mencengangkan, korban, entah karena terlalu percaya atau diduga kuat berada di bawah pengaruh hipnotis, dengan sukarela menyerahkan kunci motornya kepada pelaku. Tanpa curiga sedikitpun, korban membiarkan motornya dibawa kabur oleh orang yang baru dikenalnya ini. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat agar tidak mudah percaya begitu saja kepada orang yang baru dikenal, apalagi jika menyangkut peminjaman aset berharga seperti kendaraan.
Rekaman CCTV menjadi bukti kuat aksi kejahatan ini, menunjukkan seluruh rangkaian kejadian yang berlangsung cepat dan mulus. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat Palembang untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan transaksi dengan orang asing atau di tempat umum. Beberapa kasus curanmor sebelumnya di Palembang juga menunjukkan variasi modus, mulai dari penggunaan laser untuk melumpuhkan CCTV hingga menargetkan motor yang terparkir di depan rumah atau di dalam pagar.
Pihak berwenang diharapkan dapat segera menindaklanjuti kasus ini dan menangkap pelaku agar tidak ada korban lain. Modus ‘pesan donat pura-pura telepon istri’ ini membuktikan bahwa para pelaku kejahatan terus mencari celah baru untuk melancarkan aksinya. Selalu verifikasi identitas, hindari menyerahkan barang berharga, dan jika ada tawaran atau permintaan yang mencurigakan, jangan ragu untuk menolak atau mencari bantuan dari pihak keamanan. Kesadaran dan kewaspadaan diri adalah kunci utama untuk menghindari menjadi korban kejahatan.

