Beranda Ogan Ilir Selama 4 Tahun PT. Roesli Taher Belum Bayarkan Uang Pesangon

Selama 4 Tahun PT. Roesli Taher Belum Bayarkan Uang Pesangon

195
0

SumselNews.co.id Ogan Ilir | Selama hampir 4 Tahun PT. Roesli Taher yang bergerak di bidang perkebunan karet, yang berlokasi di Desa Belanti, kecamatan Tanjung raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sampai saat ini belum membayar uang pesangon pada 11 orang pekerja yang di PKH.

Sunarto warga Lingkungan 02 RT 03 kelurahan Tanjung raja, salah seorang mantan pekerja saat dikonfirmasi mengatakan sampai sekarang hak-hak pekerja yang di pecat tidak diberikan pesangon.

“Kami sebagai pekerja sangat kecewa atas tindakan dari PT.Roesli Taher yang sampai saat ini belum juga membayar pesangon kami.”Terangnya, Senin (06/09/2021).

Hal senada juga diungkapkan oleh Lusi Suryadi yang sudah bekerja selama 21 tahun di PT tersebut. “Sudah 4 Tahun ini pesangon korban PHK belum juga dibayar oleh pihak PT.Roesli Taher, padahal itu hak normatif kami. Dan hebatnya lagi begitu kuatnya hukum di NKRI ini semua di Kangkangi oleh PT. Roesli Taher.” Kesalnya.

Lusi menambahkan bahwa semua pekerja yang di pecat dan belum menerima pesangon sudah menggugat sampai ke PHI Pengadilan Negeri klas 1A Palembang, namun sampai saat ini pihak pengadilan hanya diam saja, cuma isapan jempol yang kami dapat.” Rutuknya.

Sementara Hendri, yang mengaku karyawan PT. Roesli Taher, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, pada Selasa (07/09/2021) mengatakan, bahwa memang benar ada 11 orang mantan pekerja yang mempersoalkan hak pesagon mereka yang tak kunjung dibayarkan, ungkap Hendri.

Kami memang mengetahui, lanjut Hendri, dan sedikit kilas balik saya ceritakan, bahwa sekitar Tahun 2015 PT. Roesli Taher ini mengalami depisit anggaran (bangkrut), bahkan ada isu mau dijual sahamnya, namun atas kebijakan Direksi maka diputuskanlah untuk pekerja sistem borongan.

Jadi atas keputusan Direksi dengan sistem pekerja borongan, maka untuk upah bulanan pun di tiadakan, hingga muncullah persoalan ini, pada saat itulah mulai para pekerja lakukan demo dan mogok kerja sampai berhari-hari, hingga sampai melapor ke Disnaker Ogan Ilir, bahkan sampai ke PHI Palembang, tutur Hendri.

Dan waktu itu karena perusahaan tidak ada uang maka diputuskan, yang mau menerima silahkan dan yang tidak mau menerima silahkan, perusahaan mengambil kebijakan cuma mampu bayar uang cuti tanpa uang penghargaan (pesangon).

Ternyata dari sekian ratus pekerja itu, 11 orang inilah yang tidak menerima keputusan tersebut, artinya mereka tidak mengambil atau terima uang hasil keputusan Direksi tersebut, ujar Hendri.

Inilah yang bisa kami sampaikan, selebihnya atas konfirmasi dan kedatangan rekan-rekan media ini akan kami sampaikan pada pimpinan pusat, karena kami tidak bisa memutuskan dan hanya bisa menyampaikan, tutup Hendri. (w1n24)

Tanggal Update on 7 September 2021 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here