Beranda MUBA Pengakuan Bandar Arisan Online di Muba Gaet Ratusan Peserta dan Uang Milyaran.

Pengakuan Bandar Arisan Online di Muba Gaet Ratusan Peserta dan Uang Milyaran.

118
0

Pihak kepolisian terus melakukan pengembangan terkait kasus arisan bodong di Musi Banyuasin dengan tersangka Indri Apria Sari (23) Termasuk bagaimana awal mula dan cara tersangka beroperasi hingga mampu menggaet 180 peserta arisan aktif dengan perputaran uang lebih dari Rp3 miliar.

Dari pengakuan Indri Apria Sari, sang bandar arisan online bodong ini, dirinya pertama kali mengikuti arisan secara online di salah satu situs di internet. Awalnya uang arisan sudah sebagian di transfer ke Palembang. Untuk menutupi ini saya tidak ada uang, kalau mau berhenti banyak yang dirugikan, jadi saya teruskan saja.

Dikatakan Indri, hingga saat ini dirinya belum memiliki solusi bagaimana cara memulangkan uang para peserta. “Saya tidak sama sekali menggunakan uang peserta. Saya hanya dapat biaya administrasi dari anggota, besarannya tergantung dari slot yang diikuti,” beber dia.

“alasan dirinya menghilang setelah sejumlah peserta protes uang arisan tidak dibayarkan, Indri menuturkan dirinya tidak kabur, hanya saja berusaha mengamankan diri. “Saya tidak kabur, namun hanya mengamankan diri. Sebab banyak orang yang datang kerumah mencari saya,” ungkap indri dijumpai di polres Muba saat pres Rilis, Jumat (23/4)

Sementara, Satreskrim Polres Muba saat ini terus melakukan pengembangan terhadap kasus arisan online bodong yang mampu menggaet 180 peserta arisan aktif dengan perputaran uang lebih dari Rp3 miliar.

“Dari hasil pemeriksaa, arisan bodong ini pernah diikuti oleh tersangka Indri secara online di salah satu link atau website. Disana dia (tersangka) ikut bermain arisan get duel dan kenal dengan orang berinisial Ad. Tersangka sempat mentransferkan uang Rp110 juta kepada Ad,” ujar Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya, saat menggelar pers rilis, Jumat (23/4)

Diterangkanya, setelah tersangka mengetahui bagaimana sistem atau kerja arisan tersebut, sambung Erlin, tersangka mencoba mengendalikan seorang diri dengan cara membuka arisan di wilayah tempatnya tinggal yakni Desa Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin.

“Dia memulai arisan sejak September 2020 hingga berakhir 13 Maret 2021. Jumlah pemain aktif 180 orang dengan besaran uang yang yang diikutkan beragam,” kata Erlin.

Lebib lanjut Erlin mengatakan, pasangan uang para peserta yang mengikuti arisan beragam yakni mulai dari Rp3 juta – Rp10 juta. Untuk pasangan maksimum yakni Rp10 juta dapat mengambil dua slot arisan. “Keuntungannya ini dalam waktu 30 hari dapat 100 persen dari jumlah uang yang dipasang,” jelas dia.

Dikatakan Erlin, pihaknya juga mendapati ada peserta yang diuntungkan dan dirugikan dalam arisan ini. Yakni, 52 orang peserta mendapakan keuntungan yang menurut pihaknya sangat tidak wajar, keuntungan lebih dari Rp100 persen

“Ada 74 orang peserta yang sama sekali rugi, masukkan uang arisan namun tidak menerima apa-apa. Ini yang akan dilakukan penyidik untuk memeriksa para saksi. Pasal yang dikenakan yakni

Pasal 378 KUHP ancaman hukuman maksimal 4 tahun,” jelas dia.

 

Tanggal Update on 23 April 2021 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here