Beranda MUBA Pasien Covid 19 di Muba Meningkat Tajam, ini langkah dan Antisipasi...

Pasien Covid 19 di Muba Meningkat Tajam, ini langkah dan Antisipasi RSUD Sekayu.

67
0

Dalam beberapa minggu terakhir ini terjadi peningkatan pasien terkonfirmasi maupun suspek di RSUD Sekayu yang sanagt meningkat tajam Sehingga pihak manajemen Rumah Sakit Daerah Sekayu Musi Banyuasin telah melakukan beberapa langkah-langkah untuk mengantisipasi hal tersebut salah satunya adalah penambahan bed tempat tidur.

dr Allif Alfiansyah meneger opresional Rumah Sakit darurat penanganan covid 19 RSUD Sekayu.
Mengatakan sudah mengantisipasi lonjakan kasihan covid 19 pihaknya telah mengambil beberapa langkah langkah diantaranya Yakni dengan adanya penambahan jumlah tempat tidur pasien (bed).

“sebelumnya hanya ada 112 bed (tempat tidur pasien) untuk saat ini kita telah melakukan upgrade menuju ke 137 bed atau tempat tidur.
Hari ini juga kita ada diminta untuk penambahan 4 bed lagi artinya saat ini jumlah bed untuk pasien covid 19 sebanyak 141 bed.,”ungkap dr Alif Kepada awal media Kamis (8/7).

Dikatakanya, Sesuai dengan aturan Kementerian Kesehatan untuk di rumah sakit, tenaga medis akan melakukan perawatan pada pasien yang dengan gejala sedang dan berat artinya pada gejala sedang dan berat itu rata rata ada mengalami keluha seperti ada demam, batuk dan ada juga yang sesak.

Lanjutnya, untuk kebutuhan medis sendiri, seperti oksigen dan obat-obatan alif menyebut saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan untuk sementara saat ini kebutuhan tersebut masih cukup.

“seperti oksigen memang saat ini terjadi peningkatan penggunaan dari pada tabung oksigen, tapi kita telah koordinasi dengan pihak-pihak terkait supaya untuk mencukupkan supplay oksigen RSUD Sekayu.,”bebernya.

Alif menyebut, rata-rata pasien yang masuk memang memiliki sesak napas tapi ada juga yang tidak sesak napas tapi dia membutuhkan oksigen itu karena biasanya dengan dengan dengan  ‘happy hypoxia yang mana pasiennya tidak sesak akan tetapi kadar oksigen di dalam darah nya turun di bawah 95%

Terkait resiko kematian, di banding tahun sebelumnya ia menjelaskan ada peningkatan baik tingkat angka kasus kematiannya maupun kasus beratnya. Sehingga saat ini pihaknya fokus perawatan pasien yang berada di lantai 1

“Peningkatanya, fluktuatif tergantung pada kondisi pasien saat masuk. Rata-rata usia yang masuk ke dalam kasus berat yaknk usia lansia diatas 50 tahun atau yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti darah tinggi dibetes militus.

Sebagai informasi Update COVID-19 Muba:
Bertambah 15 Kasus Sembuh, 28 Positif, 1 Meninggal Dunia

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Rabu (7/7/2021) mengkonfirmasi penambahan 15 kasus sembuh, 28 positif, dan 1 meninggal dunia.

“Ada penambahan 15 kasus sembuh, 28 positif, dan 1 meninggal dunia per 7 Juli 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P.

Povi merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 1775 perempuan 37 tahun asal Lumpatan, kasus 1776 laki-laki 34 tahun Sekayu, kasus 1777 perempuan 37 tahun Sekayu, kasus 1778 laki-laki 60 tahun Sekayu, kasus 1779 perempuan 48 tahun Bailangu, kasus 1780 perempuan 38 tahun Kayuara, kasus 1781 laki-laki 61 tahun Sanga Desa, kasus 1782 perempuan 51 tahun Sekayu, kasus 1783 perempuan 30 tahun Bayung Lencir.

“Kemudian, kasus 1784 perempuan 47 tahun Tungkal Jaya, kasus 1785 perempuan 72 tahun Bayung Lencir, kasus 1786 Laki-laki 64 tahun Tungkal Jaya, kasus 1787 perempuan 65 tahun Tungkal Jaya, kasus 1788 perempuan 59 tahun Sekayu, kasus 1789 perempuan 40 tahun Kayuara, kasus 1790 perempuan 10 tahun Sekayu, kasus 1791 laki-laki 35 tahun Sekayu, kasus 1792 perempuan 43 tahun Sekayu, kasus 1793 laki-laki 44 tahun Kayuara,” urainya.

Lalu, kasus 1793 Laki-laki 44 tahun Kayuara, kasus 1794 Laki-laki 36 tahun Sekayu, kasus 1795 Laki-laki 72 tahun Sekayu, kasus 1796 perempuan 39 tahun Sekayu, kasus 1797 perempuan 59 tahun Sekayu, kasus 1798 perempuan 2 tahun Sekayu, kasus 1799 perempuan 59 tahun Kayuara, kasus 1800 Laki-laki 60 tahun Kayuara, kasus 1801 perempuan 66 tahun Lumpatan, dan kasus 1802 perempuan 53 tahun Sanga Desa,

“Kasus meninggal dunia dialami kasus 1726 Laki-laki 64 tahun asal Sekayu dan telah dimakamkan sesuai prokes pemakaman COVID-19,” jelas Povi.

Diketahui, hingga 7 Juli 2021 ada sebanyak 1802 kasus diantaranya 1589 kasus sembuh, 127 masih dirawat, dan 86 kasus meninggal dunia.

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 7 Juli 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 0 proses pengawasan 191 selesai pengawasan.

Sementara,ini up date data perkembang covid 19 berdasarkan data dinas kesehatan kabupaten Muba yang di upload pada laman website Dinkes Muba

Tanggal Update on 8 Juli 2021 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here