Beranda MUBA Masjid Bambu Mir’atul Hayat, Keindahan Dalam Kesederhanaan

Masjid Bambu Mir’atul Hayat, Keindahan Dalam Kesederhanaan

51
0

MUBA | Tak banyak orang yang mengetahui bahwasanya di Kabupaten Musi Banyuasin khususnya di Kota Sekayu berdiri sebuah masjid yang hampir seluruh pondasinya dibangun dari bambu.

Masjid yang sangat istimewa nampak sederhana itu bernama Mir’atul Hayat atau dalam terjemahan Indonesianya berarti Cermin Kehidupan. Masjid Mir’atul Hayat di bangun sejak 2005 atas inisiasi Ustad M Aryono serta dengan gotong royong warga sekitar.

Masjid yanv awalnya hanya berukuran 4 x 6 meter persegi. Seiring perkembangan waktu sekarang masjid ini telah sudah berukuran 8 x 10 meter persegi.

Dora Eka Kembara, salah satu pengurus masjid Dijumpai, Kemarin, mengatakan Masjid Mir’atul Hayat yang bangunan didingnya semua berbahan dari bambu ini mewakili simbol kesederhanaan dan refleksi diri. Masjid yang Telah berdiri selama 15 tahun ini sejak awal bangunanan tetap mempertahankan karakter dari keinginan sang pendiri.

” Di sini kita punya pengajian rutin anak-anak dan dewasa. Untuk anak-anak tak kurang dari 70an santri, sedangkan dewasanya ada belasan. Kita juga punya Badan Amil Zakat dan berbagai aktivitas keagamaan lainnya di sini. Pada saat bulan ramadhan, masjid ini lebih ramai dari bulan biasanya”.Ungkap Dora Eka.

Ia menyebut, Masjid Miratul Hayat barangkali satu-satunya masjid atau mushola di Kabupaten Musi Banyuasin yang pondasinya menggunakan mayoritas bambu dan masih aktif hingga saat ini.

Namun Ketika ditanya alasan dibalik pemilihan nama masjid Miratul Hayat dan bambu sebagai pondasi, Dora Eka Kembara hanya menjawab dengan pantun.

“Jangan susah mencari bilah
Bilah itu ada di dalam bambu Jangan susah mencari Allah Allah itu ada di dalam Qalbu,” Tutup dora sembari memberikan sedikit senyuman. (Arsi Muba)

Tanggal Update on 29 Juni 2021 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here