MUBA  

Kontrak SBSN Multi Years, Tuntaskan Kerusakan Jalinteng, Ruas Betung-Sekayu-Mangun Jaya

SEKAYU | Balai besar pelaksana Jalan Nasional (BPPJN) wikayah V (Sumsel& Babel) Palembang memastikan perbaikan jalan di ruas Jalinteng Betung-Sekayu-Mangun Jaya dalam waktu dekat akan segera mulai dikerjakan. Perbaikan jalan di ruas jalan tersebut dipastikan bisa maksimal perbaikanya.

Kabid Preservasi II Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Heru Setiawan mengatakan perbaikan ruas jalan Betung – Seakyu- Mangun Jaya pihaknya memastikan bisa tuntas mantap 100 persen, sebab perbaikan jalan tersebut akan dikerjakan paket dengan kontrak SBSN Multi Yerars (kontrak tahun jamak) dengan anggaran sebesar 267 miliyar yang anggaranya bersumber dari APBN, SBSN, APBD, loan.

” jadi kontrak SBSN multiyears ini kontrak yang masa pekerjaanya selama tiga tahun anggaran mulai dari tahun 2022 sampai 2024 alokasi anggaran 267 milyar.”Ungkap Heru, disela inspeksi ke lapangan bersama komisi IV DPRD Provinsi Sumsel didampingi pihak PU BM Provinsi Sumsel Kemarin.

Dikatakanya, dari nilai anggaran yang telah dialokasi 267 miliyar tersebut, untuk efektif pekerjaan yang akan dilaksanakan penangulangan sepanjang 62 KM. Saat ini Proses lelang masih di BP2JK, pihaknya masih menunggu penetapan pemenang sebelum kontrak.

” Insyaallah, untuk ruas jalan Betung-Sekayu-Mangun Jaya tuntas Mantap 100 persen,”tegasnya.

Lanjut dia, untuk lama pekerjaan kontrak Multiyers ini selama tiga tahun, namun, jika capaian kinerja lebih baik progres oleh kontraktor maka pekerjaan akan bisa selesai lebih cepat bisa setahun atau satu tahun setengah lebih cepat sudah bisa diselesaikan.

” untuk kerusakan jalan yang sudah ditangani ada 4 titik longsor sudah dilakukan penangan,” katanya.

Haru menyebut, untuk Lingkup pekerjaan utama pihakanya akan melalukan perbaikan jalan. Nantinya perbaikan jalan ada yang diperbaiki menggubakan aspal ada juga yang menggunakan rigid beton.

Baca Juga  Batasi Mobilitas Kendaraan Milik Perusahaan, PUPR Muba Kembali Pasang Portal

“Untuk Pelebaran jembatan tidak ada lagi, nggak Tapi ada program penggantian pelat lantai jembatan Tilan II secara menyeluruh,”bebernya.

Disinggug terkait, untuk mengantisipasi kerusakan parah jalan yang berada di titik jalan bailangu karena kerap kali longsor, pemeritah Kabupaten Muba membarikan lahan jalan untuk alternatif ke pihak Kementrian PUPR, Heru menyebut saat ini masih dalam proses administrasi.

” untuk progremingnya nanti akan tetap diakomodir pemanfaatnya trase baru tersebut, untuk menjadi jalan nasional saat proses hiba nya tengah dilakuan proses di kementrian PU dari pemkab muba,”tandasnya.

Sementara, Kabid Jembatan Pekerjaan Umum Bina Marga(PUBM) Provinsi Sumatera Selatan Affandi saat mendampingi komisi IV DPRD provinsi Sumsel dan pihak Balai Besar jalan nasional yang melakukan inspeksi ke lapangan meninjau langsung kerusakan Jalan dan longsor di beberapa titik ruas jalinteng diantaran jalan rawan longsor yang berada di desa bailangu dan Desa Sukarami Kabupaten Muba mengatakan.

Dalam hal ini pemerintah Provinsi Sumatera Selatan siap bersinergi membantu pihak balai besar jalan nasional, sesuai dengan arahan Gubernur Sumsel H. Herman Deru agar pihak BPPJN bersinergi dengan pemerintah provinsi dalam hal ini dinas Pekerjaaan umum Bina Marga.
Provinsi Sumsel.

” kami melihat memang kerusakan ini sangat krusial sehingga masyarakat bersuara melalui DPRD provinsi. Dari itu pihaknya kemarin di undang untuk mendampingi Komisi IV DPRD Provinsi Sumsel bersama pihak balai besar jalan supaya mempriortitaskan keruskan – kerusakan jalan yang ada di jalan lintas pengubung,”ungkap Affandi,

Ia menyebut, jalan lintas penghubung ini panjangnya 648 KM. Jalan penghubung lintas itu maksudnya jalan lintas tengah menuju ke jalam lintas timur itu yang namanya jalan penghubung

Baca Juga  Kalapas Sekayu Ikuti Deklarasi Janji Kinerja Tahun 2022 di Kanwil Kemenkuhman Sumsel.

“Kemarin bapak gubernur Herman Deru sudah menyampaikan agar membangun sinergitas dengan kepala balai besar jalan nasional agar memproritaskan penanganan kerusakan jalan yang ada di wilayah Muba termasuk juga titik jalan yang rawan longsor secara maksimal hingga apa yang menjadi harapan masyarakat bisa terealisasi.,”ucapnyan

Namun, hal terpenting sinergitas seperti apa yang disampaikan Gubernur sumsel H. Herman Deru bahwa infrastruktur itu merupakan satu hal yang menjadi prioritas untuk mobilisasi barang dan jasa

“Seyogyanya penangan sementara itu memang harus ada, ketika jalan rusak hingga mengakibatkan jalan putus itu harus ambil kebijakan tangani terlebih dahulu tetapi itu domainya balai besar jalan nasional lah. PU Bina Marga provinsi sumsel siap membantu melalui UPTD di yang ada di wilayah kabupaten Muba, untuk alat kita sudah siapakan di UPTD,”Tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *