Beranda MUBA Kenakan Peci Gambo, Napiter Asal Jabar Bebas Murni dari Lapas Kelas IIB...

Kenakan Peci Gambo, Napiter Asal Jabar Bebas Murni dari Lapas Kelas IIB Sekayu.

11
0

Fuad Zaki Robbani (27), narapidana tindak pidana teroris asal Jawa Barat menghirup udara bebas usai menjalani masa hukuman selama lima tahun di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sekayu.

Pembebasan Napiter an. Zaki Robbani als Abu Ibrahim Bin Abdul Hadie berdasarkan Surat Lepas dari Lapas Kelas IIB Sekayu No : W.6/PAS8.01.01.02-490, dengan keterangan Bebas Murni.

“Beliau dinyatakan bebas murni usai menjalani masa hukuman selama lima tahun,” ujar Wali Pemasyarakatan/Pamong Narapidana Teroris Lapas Kelas IIB Sekayu, Anton Staloni, Rabu (24/11)

Selama menjalani masa hukuman, kata Anton, Napiter Fuad, dinilai sangat kooperatif dan mampu beradaptasi secara baik dengan lingkungan. “Disini cukup kooperatif, seluruh pembinaan yang diberikan diikuti dengan baik pula, tidak ada keluhan apapun. Selama di dalam Lapas kita juga memberikan laporan ke BNPT,” kata dia.

Bahkan, lanjut Anton, selama menjalani hukuman di Lapas, Napiter Anton diberikan hak penuh untuk menjalankan ibadah. “Dia sering menjadi imam di Masjid, Komunikasi baik dengan petugas maupun penghuni Lapas lainnya,” jelas dia.

Lebih lanjut Anton mengatakan, meski telah dinyatakan bebas murni, sang Napiter tidak menandatangani surat pernyataan setia kepada NKRI. “Dia belum bersedia menandatangani itu. Meski telah bebas murni, dia masih dalam pengawasan pihak terkait,” tegas Anton.

Sementara, dari pantauan, saat keluar Lapas Klas IIB Sekayu, Fuad dijemput oleh pihak keluarga beserta sejumlah anggota dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Sebelum bebas, anak ketujuh dari delapan bersaudara ini terlebih dahulu menjalani pemeriksaan administrasi.

Selanjutnya, FZR dibawa pihak keluarga ke daerah kelahiran di Jawa Barat dan tetap dalam pemantauan pihak terkait agar peristiwa serupa tidak terulang. “Semua ini perjalanan hidup ada hikmahnya, apapun yang terjadi ini adalah perjalanan yang baik, ini proses kenaikan mental manusia,” ujar Andi Ali Fikri, saudara FZR.

Untuk tahap pertama, kata Andi, sang adik akan dibawa untuk bertemu keluarga di Jawa Barat. Di sana, FZR akan beradaptasi agar dapat diterima di masyarakat umum dan menjalani hidup seperti biasa.

“Kita bawa untuk bertemu keluarga terlebih dahulu, kedua adaptasi sosial untuk membangun situasi ke depan. Ini tidak bisa instansi, kita saling menguatkan dan lekukan diskusi apa yang harus didiskusikan,” tandas dia.

Tanggal Update on 24 November 2021 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here