MUBA  

Jabat Kapolsek Sanga Desa Iptu Nirwan Haryadi Tuai Kritikan Dari Berbagai Kalangan

Sumselnews.co.id|Muba- Kapolres Musi Banyuasin AKBP Imam Safii Sik. Msi resmi melakukan sertijab beberapa pejabat di lingkungan polres Muba yakni. AKP. Mochaemin S.Psi, jabatan sebelumnya kasie propam polres Muba, menduduki jabatan baru sebagai Kasubbag Faskon Bag Log Polres Muba. AKP. Andi Firdaus SH, jabatan sebelumnya Kapolsek Sungai Lilin, mendapatkan promosi jabatan baru sebagai Kasi Propam polres Muba.

Iptu Moga Gumilang S.TrK. SIK. Jabatan sebelumnya Kapolsek Batanghari Leko mendapatkan promosi jabatan baru sebagai Kapolsek Sungai Lilin, Iptu Nasirin SH, jabatan sebelumnya sebagai Kapolsek Sanga Desa, mendapatkan promosi jabatan baru sebagai Kapolsek Batanghari Leko, Iptu Nirwan Haryadi SH, jabatan sebelumnya sebagai Pa Yanma Polda Sumsel, mendapatkan promosi jabatan baru sebagai Kapolsek Sanga Desa.

Namun, satu diantara serah terima pejabat yang digelar jumat (8/3) di halaman Mapolres Muba menuai kritikan dari berbagai kalangan mulai dari media, Tokoh masyarakat hingga aktivis

Pasalnya, Keluarnya surat telegram Polda Sumsel pada tanggal 1 Maret 2024 lalu semakin menjadi pertanyaan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin.

Dimana dalam surat telegram Polda Sumsel bernomor ST/185/III/KEP/2024 tersebut terdapat salah satu mutasi jabatan yakni IPTU Nirwan Haryadi pada jabatan lama Pama Yanma Polda Sumsel diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolsek Sanga Desa, Polres Musi Banyuasin, Polda Sumsel.

Padahal, diketahui sebelumnya IPTU Nirwan Haryadi menjabat Kapolsek Keluang Muba lalu dimutasi sebagai Pama Yanma Polda Sumsel tersebut lantaran adanya salah satu tempat Penyulingan Minyak yang terbakar.

Hal tersebut dinilai menjadi salah satu kegagalan dari yang bersangkutan melaksanakan Instruksi Kapolda Sumsel terkait Penertiban Penyulingan Minyak diwilayah kerja masing-masing.

“Ini tentunya membuat banyak pertanyaan publik terutama masyarkat Muba,” ungkap Tokoh Masyarakat sekaligus Ketua Laskar Merah Putih Marcab Muba Satoto Waliun

Baca Juga  Perangkat Desa Difasilitasi Naik Kelas, Pemkab Muba Diganjar Penghargaan dari BPJS

Satoto Waliun yang kerap disapa Toto tersebut juga mempertanyakan, ada apa dan siapakah yang berada di belakang yang bersangkutan sehingga kritikkan yang di sampaikan elemen masyarakat Muba baru-baru ini justru tidak dianulir Polda Sumsel.

“Ironisnya lagi Sertijab tetap dilaksanakan, atas perihal tersebut menurut saya ini tidak adil dan ini pertanda buruk mulai tumpulnya komitmen Polda Sumsel soal sanksi bagi anggotanya jika dalam wilayah kerjanya terjadi kebakaran penyulingan minyak ilegal,” kata Toto.

Aktivis senior di Muba tersebut mengatakan, tindakan apa lagi yang akan diambil Polda Sumsel kedepan.

“Pertanyaan saya bagaimana nanti jika di hari-hari selanjutnya terjadi lagi hal yang sama seperti di Kecamatan Keluang tempo hari, apa tindakan tegas Polda Sumsel,” ungkapnya.

Sementara, Kapolres Muba AKBP Iman Safi’i SIK MSi saat diwawancari sesuai melaksanakan sertijab mengungkapkan, seluruhnya memiliki kapasitas, seluruhnya mempunyai kesempatan dan ia juga kira sudah saatnya pergantian bisa rolling dan semuanya siapa saja bisa menjabat, semuanya memiliki kesempatan untuk itu.

“Semua sudah diputuskan dan memiliki penilaian tersendiri terhadap kinerja orang per orang masing-masing, jadi kita melaksanakan apa yang jadi amanat jabatan dalam rangka menjaga Kamtibmas,” jelasnya.