EMPAT LAWANG | Kasus hilangnya seorang wanita lanjut usia asal Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulumusi, Kabupaten Empatlawang, Sumatera Selatan akhirnya terungkap secara tragis. Korban bernama Aminah yang berusia 64 tahun, yang sebelumnya dilaporkan hilang secara misterius, ternyata tewas mengenaskan setelah dibunuh oleh menantunya sendiri bernama Angga.
Table of Contents
Meski sang menantu kini telah berhasil diringkus oleh pihak kepolisian, jasad korban hingga Senin, 25 Mei 2026, dilaporkan masih belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian intensif.
Kronologi Hilangnya Korban
Kapolsek Ulumusi, Iptu Arsan Fajri membenarkan adanya pengungkapan kasus pembunuhan sadis dalam keluarga tersebut. Arsan menjelaskan bahwa korban Aminah sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Selasa, 19 Mei 2026, saat berada di area perkebunan kopi kawasan Talangongok, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Ulumusi.
Sebelum dinyatakan hilang, korban diketahui sempat bertemu dengan menantunya Angga di kebun. Saat itu, korban meminta agar dirinya dijemput pada hari Kamis, 21 Mei 2026. Setelah sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan sepeda motor, pihak keluarga yang panik langsung melaporkan peristiwa kehilangan tersebut ke Mapolsek Ulumusi.
Pencarian dan Penemuan Barang Bukti
Polisi bersama Tim SAR dan warga setempat kemudian menggelar aksi pencarian besar-besaran di sepanjang area perkebunan kopi. Dalam proses pencarian tersebut, tim gabungan sempat menemukan sejumlah barang berharga milik korban, mulai dari keranjang yang sudah terisi penuh buah lada, parang, hingga botol minum yang tergeletak sekitar 10 meter dari pondok kebun.
Warga bahkan sempat nekat menguras sebuah kolam di sekitar lokasi karena menduga korban terpeleset dan tercebur, namun hasilnya nihil. Titik terang mulai muncul saat polisi menemukan sebuah ponsel misterius tanpa kartu SIM dalam kondisi yang sangat bersih tanpa noda lumpur di sekitar TKP.
Pengakuan Pelaku
Melalui serangkaian penyelidikan mendalam dan kecurigaan yang mengarah kuat pada pihak internal keluarga, polisi akhirnya membidik sosok Angga. Pelaku yang sempat melarikan diri itu akhirnya berhasil dibekuk petugas di wilayah Lubuklinggau pada Minggu malam, 24 Mei 2026.
Di hadapan penyidik, Angga akhirnya mengakui semua perbuatan biadabnya. Pelaku mengaku nekat memukul ibu mertuanya sendiri menggunakan sebatang kayu berukuran besar di kebun kopi hingga korban tewas seketika. Untuk menghilangkan jejak kejahatannya, pelaku memasukkan jasad Aminah ke dalam sebuah karung, lalu membuangnya ke aliran sungai di kawasan Talang Jerambah, Ulumusi.
Motif Pembunuhan
Ironisnya, demi mengelabui petugas dan pihak keluarga, pelaku Angga sempat berpura-pura panik dan ikut sibuk melakukan pencarian bersama warga di kebun. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga kuat bahwa motif pembunuhan sadis ini dipicu oleh konflik internal keluarga terkait masalah pembagian hasil panen kopi yang membuat pelaku emosi sesaat.
Hingga saat ini, polisi bersama Tim SAR dan warga masih terus menyisir aliran sungai demi menemukan jasad korban.






