Wali Kota Palembang Dorong Solusi Banjir dan Kemacetan Lewat Festival BAM DPR RI

PALEMBANG | Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, membuka Festival Aspirasi Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI pada 14 Juni 2026 di Rumah Dinas Wali Kota. Tema festival “Membangun Tata Kota Palembang yang Berkelanjutan untuk Mengatasi Banjir dan Kemacetan melalui Aspirasi dan Partisipasi Publik” menegaskan peran aktif masyarakat dalam perencanaan kota.

Latar Belakang Festival Aspirasi BAM DPR RI

Acara ini dihadiri Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan, wakil-wakil BAM, serta anggota DPR RI Yudha Novanza Utama. Festival menjadi forum dialog antara pemerintah daerah, aparat nasional, dan warga untuk menyalurkan aspirasi terkait tantangan perkotaan. Hasil diskusi akan dibawa ke Jakarta sebagai rekomendasi kebijakan tingkat nasional.

Fokus Utama: Banjir, Kemacetan, dan Pengelolaan Sampah

Ratu Dewa menyoroti empat isu strategis: banjir, kemacetan, persampahan, dan sanitasi. Menurut data pemkot, populasi Palembang telah melampaui 1,8 juta jiwa, menuntut perencanaan yang terintegrasi.

Rencana Pengembangan Infrastruktur Drainase

Sejak 1932 Palembang mengalami banjir berulang. Wali Kota menekankan faktor alam dan perilaku manusia, terutama pembuangan sampah sembarangan serta kurangnya perawatan anak sungai. Pemerintah kota berkomitmen memperluas jaringan drainase, melakukan normalisasi sungai, dan membangun ruang hijau penyerapan air.

Proyek PSEL: Sampah Jadi Energi

Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) kini masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Fasilitas ini direncanakan akan diresmikan oleh Presiden pada Oktober 2026, menjadi contoh pengelolaan sampah terintegrasi yang dapat mengurangi volume limbah dan menyediakan listrik bagi wilayah sekitar.

Harapan dan Langkah Lanjutan Pemerintah Kota

Wali Kota menekankan pentingnya sinergi lintas pemerintahan—dari pemerintah provinsi, kementerian terkait, hingga masyarakat. Program jangka pendek mencakup revitalisasi kanal, penambahan halte bus, dan sosialisasi pengelolaan sampah. Program menengah menargetkan pembangunan transportasi massal dan peningkatan sistem monitoring banjir berbasis IoT. Program jangka panjang menyiapkan perluasan wilayah kota yang telah diajukan ke Kementerian Dalam Negeri.

Baca Juga  Melindungi UMKM Lokal dari Badai Impor Murah: Strategi dan Tanggung Jawab Bersama

Prestasi ekonomi selama masa kepemimpinan Ratu Dewa menunjukkan pertumbuhan 5,91 % dan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM). Pemerintah kota terus menguatkan UMKM, menurunkan angka kemiskinan, serta mendorong pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Dengan dukungan semua pihak, Wali Kota optimis Palembang akan menjadi kota modern yang tangguh menghadapi tantangan iklim, kemacetan, dan limbah.