Sungai Musi Ditutup Tiga Hari untuk Festival Perahu Bidar Tradisional 2025, Ribuan Penonton Diprediksi Memadati Palembang

Palembang, 11 Agustus 2025 — Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Palembang akan menghentikan sementara seluruh aktivitas lalu lintas kapal di Sungai Musi selama tiga hari penuh, 15–17 Agustus 2025. Langkah ini diambil demi kelancaran Festival Perahu Bidar Tradisional 2025, yang menjadi bagian dari perayaan HUT RI ke-80 di Kota Palembang.

Kepala KSOP Palembang, Laksamana Pertama TNI Idham Faca, menegaskan dukungan penuh lembaganya terhadap acara yang telah menjadi ikon wisata tahunan kota ini.

“Kami menghentikan sementara lalu lintas kapal di Sungai Musi untuk mendukung pelaksanaan Festival Perahu Bidar sebagai bagian dari perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia,” ujar Idham, Senin (11/8/2025).

Festival Perahu Bidar 2025 akan menampilkan kompetisi adu cepat perahu tradisional yang mempertemukan para pendayung terbaik dari berbagai daerah. Lintasan perlombaan akan membentang di sepanjang Sungai Musi, dengan Jembatan Ampera sebagai latar ikoniknya.

Pemkot Palembang dan KSOP telah melakukan koordinasi ketat demi memastikan perlombaan berlangsung aman, lancar, dan meriah tanpa terganggu aktivitas pelayaran. Idham menyebut event ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari pelestarian warisan budaya maritim Nusantara.

“Festival Bidar adalah kebanggaan warga Palembang yang patut dilestarikan. Harapannya pelaksanaannya sukses dan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat,” tambah Idham.

Antusiasme warga diprediksi memuncak. Ribuan penonton akan memadati titik-titik strategis di sekitar Sungai Musi, seperti Jembatan Ampera, Jembatan Musi VI, dan perahu-perahu kecil milik warga yang berlabuh di sepanjang arena lomba.

Selain menyaksikan aksi seru para pendayung, pengunjung juga dapat menikmati nuansa perayaan HUT RI yang dipadukan dengan atraksi budaya khas Palembang.

Festival Perahu Bidar telah menjadi tradisi rutin setiap Agustus. Selain menjadi ajang prestasi olahraga tradisional, kegiatan ini juga menjadi magnet wisata yang memadukan unsur olahraga, seni, dan pariwisata.

Bagi warga Palembang, bidar bukan sekadar lomba perahu, melainkan simbol kebersamaan, sportivitas, dan identitas budaya yang diwariskan lintas generasi.

Baca Juga  Rekernas IWO Sumsel, Herman Deru Usulkan Diadakan Di Pagaralam