Pria Hirup Lem Aibon di Tengah Sungai Musi Palembang, Aksinya Direkam Warga

SumselNews.co.id PALEMBANG | Jagat maya kembali digemparkan dengan video aksi nyeleneh seorang pria di Kota Palembang. Kali ini, bukan soal balap liar atau parkir liar, melainkan seorang pria yang terekam sedang mengapung di Sungai Musi sambil diduga menghirup lem aibon, tepat di tengah keramaian lalu lintas air.

Kejadian ini diabadikan oleh sekelompok ibu-ibu yang sedang menaiki perahu ketek. Video tersebut kemudian diunggah ke Instagram oleh akun @plg_yedak dan langsung viral. Aksi pria tersebut menjadi tontonan yang mengundang geleng kepala warganet sekaligus keprihatinan.

Dalam video berdurasi singkat itu, tampak seorang pria yang tidak mengenakan pelampung atau alat keselamatan mengambang di antara perahu-perahu yang sedang melintas di Sungai Musi. Hanya kepalanya yang terlihat di permukaan air, sementara tubuhnya mengikuti arus dengan tenang.

Seorang wanita terdengar berkata dalam bahasa Palembang, “Lagi ngibon lemnyo min, min tengok min, menikmati jadi duyung mungkin rasanya.” Candaan tersebut disampaikan sambil tertawa, meskipun situasi sebenarnya cukup membahayakan.

Menariknya, tidak satu pun penumpang perahu maupun pengemudi mencoba menolong atau memperingatkan pria tersebut. Justru mereka merekam dan menyaksikan aksi itu dari jarak dekat. Netizen pun ramai-ramai memberikan komentar, salah satunya dari akun @biru7458 yang menyebut, “Orang itu menghidap lem aibon. Sambil renang. Biar semua pada ngerti.”

Tidak ada yang tahu bagaimana nasib pria tersebut setelah video berakhir. Ia tampak melayang terbawa arus tanpa menggerakkan tubuh sama sekali.

Lem aibon termasuk dalam kelompok zat inhalan yang sering disalahgunakan untuk efek halusinasi. Meskipun tidak dikategorikan sebagai narkotika, lem ini mengandung senyawa kimia berbahaya seperti toluena dan senyawa pelarut lainnya yang dapat merusak organ tubuh.

Baca Juga  Gubernur Sumsel Dan Bupati Banyuasin Meresmikan Masjid Sabar Dan Meletakkan Batu Pertama Di Masjid Al-Amin

Efek menghirup lem secara terus-menerus meliputi, Gangguan sistem saraf pusat, Kerusakan paru-paru dan liver, Hilangnya kesadaran, Kematian mendadak akibat keracunan zat kimia

Lebih parahnya lagi, zat ini menyebabkan kecanduan dan bisa menjadi pintu masuk ke penyalahgunaan zat-zat berbahaya lainnya.

Fenomena menghirup lem di tempat umum, bahkan di tengah Sungai Musi, menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental dan sosial ekonomi di kota besar seperti Palembang masih perlu perhatian lebih. Kebiasaan ini banyak ditemukan pada remaja jalanan atau individu dengan keterbatasan ekonomi yang mencari pelarian dari kehidupan keras.

Pemerintah kota dan aparat penegak hukum perlu melakukan tindakan serius, mulai dari sosialisasi bahaya inhalan, patroli rutin di titik-titik rawan, hingga pemberdayaan komunitas rentan agar kejadian serupa tidak terulang.