Beranda MUBA Orang Tua Masih Menjadi Kendala Menyuarakan Hak-Hak Penyandang Disabilitas

Orang Tua Masih Menjadi Kendala Menyuarakan Hak-Hak Penyandang Disabilitas

18
0

Menyuarakan hak-hak disabilitas bukanlah hal mudah. Menurut aktivis disabilitas di Kabupaten Musi Banyuasin Yulianto mengatakan salah satu diantara tantangan terbesar dalam menyuarakan hak disabilitas adalah masih ada pandangan dari orangtua disabilitas itu sendiri.

“Tantangan terbesar adalah pandangan atau perspektif dari orangtua disabilitas itu sendiri. Karena walaupun kita menyuarakan hak mereka kalau orangtuanya tidak memberikan izin akan sulit,” ujar Yulianto, Jumat (4/12).

Ia menambahkan, orangtua yang tidak memberikan izin adalah orangtua yang masih memiliki stigma bahwa memang anak disabilitas itu sudah biasa dianggap yang bukan-bukan oleh masyarakat. Selain pandangan orangtua, tantangan lain yang memberatkan adalah stigma masyarakat.

Stigma masyarakat tuh menganggap disabilitas itu adalah penyakit atau aib yang akan berdampak pada penyembunyian anak disabilitas itu sendiri. Atau sebuah kutukan dan sebagainya tergantung ragam disabilitasnya.

Dari itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas jangan ditutupi.

Tidak hanya itu, dalam hal lakukan pendataan terhadap penyandang disabilitas Yulianto meminta kepada pemerintah agar melibatkan penyandang disabilitas sebab, kadangkala hari ini yang masih ditemukan orang tua tidak mau menyebutkan jika ada anak atau keluarga ada yang penyandang disabilitas.

“fakta di lapangan kami sering menemukan masih ada orang tua yang menutupi jika anaknya seorang penyandang disabilitas.Tetapi jika dalam hal pendataan melibatkan penyandang disabilitas, dengan melakukan pendekatan hati keluarga ataupun orang tua kerap kali jujur dan terbuka “tukasnya.

Sementara itu,(Sekda) sekretaris daerah Pemkab Muba H Apriadi Mahmud, mengimbau kepada masyarakat khususnya kepada orang tua agar untuk merubah stigma dalam memandang penyandang disabilitas.

“Di masyarakat kita ini masih ada semacam pembicaraan, terkadang keluarga ini jika ada anak atau keluarga yang penyandang disabilitas justru ditutupi padahal itu yang tidak baik.Harus kita kasih tahu dan edukasi masyarakat jika ada anak atau keluarganya yang penyandang disabilitas jangan ditutupi itu tidak baik terhadap mental penyandang disabilitas,”singkatnya.

Tanggal Update on 4 Desember 2020 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here