Beranda Uncategorized Kunjungan Ke Muba, Kadisdik Provinsi Lakukan Pembinaan Serta Tinjau Proses PTM

Kunjungan Ke Muba, Kadisdik Provinsi Lakukan Pembinaan Serta Tinjau Proses PTM

15
0

Kepala Dinas Provinsi Sumatera Selatan, (Sumsel) H. Riza Pahlevi MM bersama jajaran melakukan kunjungan ke Musi Banyuasin (Muba) Sabtu,(25/9). Kunjungan yang dilakukan yakni meninjau proses kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) selama masa pandemi covid 19 di SMA,SMK dan SLB yang ada di Muba.

“Ya, ada beberapa kegiatan kita hari ini di Kabupaten Muba yakni Memonitor pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas yang sudah berjalan satu bulan sekaligus mengevaluasi apakah tanda-tanda timbul klaster baru, Dan alhamdulillah dalam satu bulan ini tidak ada timbul klaster baru itu terjadi,”ungkap Riza Pahlevi

Dikatanya, sejak dimulai pembelajaran tatap muka, belum ditemukan klaster baru terjadi, hal ini sejak awal PTM,pihaknya menekankan dan menghimbau kepada pihak sekolah untuk wajib sekolah membetuk gugus tugas di sekolah

“Jadi gugus tugas itu bukan ada di provinsi kabupaten atau kota ataupun dinas pendidikan provinsi maupun dinas pendidikan Kabupaten/Kota sekolah wajib membentuk gugus tugas covid 19, tugasnya tidak lain melakukan mengontorol mengavasluasi dan monitor sedetail mungkin agar tidak terjadinya klaster baru.”terangnya.

Lanjutnya, tujuan kedua kunjungan tersebut, untuk melihat persiapan assessment nasional yang berbasis komputer dimana untuk jenjang SMA insya allah senin baru akan mulai dilakukan dan untuk SMK sendiri sudah berakhir.

“assessment nasional ini sebagai peta mutu pendidikan pengganti UN, sebenarnya bukan pengganti UN tetapi peta mutu pendidikan secara keseluruhan. Jika selama ini UN menjadi penentu kelulusan kalau sekarang tidak lagi cuma diganti Bagaimana peta mutu pendidikan sekolah maupun daerah kabupaten kota Provinsi iya dari assesmen inilah,”bebernya.

Riza menyebut, assessmen ini dilakukan ketika anak didik jenjang SD dilakukan assessmen di kelas 5 , untuk assessmen jenjang SMP dilakukan di kelas 8, sementara untuk jenjang SMA itu di kelas 11 namun assessmen dilakukan hanya mengabil sempel beberapa sekolah.

Assessmen itu, tidak hanya untuk anak didik, Itu secara keseluruhan bukan hanya untuk peta pendidikam untuk siswa saja tetapi juga ada assessment untuk peta mutu pendidikan kepala sekolah dan guru.

“Hasil assessmen inilah nanti sudah mewakili peta mutu pendidikannya Indonesia Peta mutu pendidikan provinsi peta pendidikan mutu Kabupaten/kota peta mutu pendidikan sekoah masing masing.

Tak hanya itu, kegiatan lainya yakni melakukan pembinaan secara menyeluruh ini penting dilakukan, kenapa, tentunya agar tetap yang namanya pendidikan ini agar Lebih maju mulai dari jenjang Paud, TK, SD, SMP,SMA,SMK .

“Jadi, majunya pendidikan itu tetap ada fungsi dari Gubernur sebagai kepala wilayah, Jadi bukan sebatas kewenagan , jadi kalau berbicara soal kewenangan, pengangkatan dan pemberhentian kepala sekolah sesuai dengan kewenangannya SD dan SMP kewenangan bupati dan walikota, tetapi berdasarkan maju mundurnya dunia pendidikan Gubernur sebagai Kepala Wilayah punya hak di dalam mengintervensi,”tegasnya

Masih dikatakan Riza, kunjungan yang dilakukan sekaligus mengontrol yang namanya Permendikbud Tahun 63 tahun 2014 ekstrakurikuler pramuka merupakan wajib
Di situlah letak pembinaan karakter. nah, ini akan kita dilihat apakah tertidur pramukanya di sekolah Karena ini wajib sekolah harus wajib menjalankanya.

“Saya ditunjuk Gubernur sebagai kamabida dan plt Ka kuarda untuk mememonitor mengevaluasi mengontrol kebetulan saya kadisdik provinsi agar pramuka giat kembali dan tunjukkan mereka adalah sebagai kader kader pemimpin kita ke depan”tandasnya.

Tanggal Update on 25 September 2021 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here