Beranda MUBA Kemenkes Apresiasi Muba Bebas BAB Sembarangan, Pembongkaran Bong Diganjar Rekor MURI

Kemenkes Apresiasi Muba Bebas BAB Sembarangan, Pembongkaran Bong Diganjar Rekor MURI

0

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang telah melakukan pembongkaran Bong atau tempat mandi, cuci, kakus (MCK) terapung di aliran sungai.

Kegiatan pembongkaran bong secara serentak itu juga diganjar penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Pembongkaran bong dinilai sangat baik mengingat saat ini Pemerintah melalui Kemenkes tengah gencar mesosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Muba telah menghapuskan seluruh bong. Ini sudah mencuri start untuk penghapusan tempat buang air besar sembarangan,” ujar Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, Imran Agus Nurali, saat peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56, di Opp Room Pemkab Muba, (19/11/2029)

Lebih lanjut dia mengatakan, penghapusan bong juga masuk menjadi kriteria penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS). “Ya, bagian dari KKS adalah tidak buang air besar sembarangan. Masyarakat harus menjaga perilaku untuk hidup bersih dan sehat,” jelas dia.

Dikatakan Imran, pihaknya berharap permasalahan sanitasi menjadi fokus strategis pemerintah. Sebab, sanitasi merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus diperhatikan.

“Kita harus memutus mata rantai ini, apa yang dirasakan masyarakat seperti gangguan pencernaan, diare dan lainnya adalah faktor lingkungan. Salah satu dampak yang baru kita rasakan adalah stunting. Ini mempengaruhi kualitas hidup masyarakat,” jelas dia.

“Masalah sanitasi dan air bersih tidak bisa dilepaskan. Saat ini hampir 20 persen KK di Indonesia yang belum terakses sanitasi dengan baik. Sanitasi yang baik, merupakan hal dasar yang dapat menghilangkan berbagai penyakit infeksi berbasis lingkungan, seperti diare, stunting, hingga keracunan,” sambung dia.

Sementara, Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin, mengatakan, tidak mudah merubah kebiasaan dan perilaku masyarakat dengan BAB di sungai yang telah terjadi bertahun-tahun. “Kebiasaan dan perilaku masyarakat BAB sembarangan ini harus diubah karena menyangkut kualitas kehidupan masyarakat,” jelas dia.

Orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini mengaku, dirinya mendapat laporan dari sejumlah Kepala Desa (Kades) yang menyampaikan bahwa ada sejumlah masyarakat yang telah membongkar bong nya secara mandiri.

“Ada warga yang sudah punya kebiasaan baru dan membongkar bong nya sendiri dan itu kita apresiasi. Berbicara tentang kesehatan, kita bisa mencontoh China yang dahulu toiletnya paling jorok sedunia. Namun, setelah mereka melakukan revolusi toilet, saat ini toilet di China memiliki kelas dunia. Luar biasa merubah kultur dan pemerintahnya harus turun untuk menyediakan toilet,” tandas dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, pekerjaan besar ini harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat dan tidak bisa dilakukan sendiri. “Harus bersama-sama merombak perilaku masyarakat dengan memberikan akses sanitasi yang baik,” kata dia, seraya menambahkan jika masyarakat kesulitan mendapatkan akses sanitasi, pemerintah harus membuatkan karena bagian dari konsekuensi.

Lebih lanjut Dodi menuturkan, apa yang Pemkab Muba sejauh ini sudah dijalur yang benar. Sebab hampir 80 persen masyarakat tercover open defecation free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan.

“Sekarang sudah 80 persen atau 782 bong dihancurkan. Masih sisa 20 persen lagi, target kita tahun depan (2021) selesai, tahun depan zero. Untuk mencapai itu harus melibatkan berbagai pihak,” tandas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here