Beranda Palembang Herman Deru Akan Sulit Dikalahkan, Pengamat Ini Sarankan Dodi Lebih Baik Ikut...

Herman Deru Akan Sulit Dikalahkan, Pengamat Ini Sarankan Dodi Lebih Baik Ikut Lagi Pilkada Muba

213
0

Sumselnews.co.id Palembang | Pelaksanaan pilkada Sumatera Selatan 2024 akan berlangsung pada sekira Bulan November 2024 mendatang, hal mana masih cukup lama dan akan terlebih dahulu diramaikan dengan pilpres dan pileg yang akan berlangsung Bulan Februari 2024. Namun demikian berbagai gossip politik dan analisis pengamat telah terbit di media massa dan sedikit banyak telah memunculkan perbincangan di khalayak.

Salah satu yang menjadi perbincangan adalah analisis Bagindo Togar dari Forum Demokrasi Sriwijaya (Fordes), menurutnya Pilgub Sumsel 2024 mendatang akan menjadi pertarungan sengit antara petahana dan penantang.
Ia menyatakan, gerakan-gerakan penantang sudah terlihat. Bahkan beberapa dari mereka sudah terang-terangan menyampaikan akan maju pada Pilgub 2024 mendatang.

Para figur yang diduga akan maju di pilgub antara lain, H. Harnojoyo, yang menjabat Walikota Palembang, Iskandar, SE yang menjabat Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Prana Putra Sohe (Nanan), yang menjabat Walikota Lubuk Linggau, Popo Ali yang menjabat Bupati Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) dan Dodi Reza Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin (MUBA) yang pernah bertarung pada Pilgub 2019 lalu. Ada juga nama Agung Firman Sampoerna, yang saat ini menjabat Ketua BPK RI, H. Eddy Santana Putra (ESP), mantan Walikota Palembang yang saat ini menjabat Anggota DPR RI dari Partai Gerindra.

“Ini akan jadi pertarungan yang berat. Bahkan bagi Dodi Reza yang akan sebelum Pilgub dimulai akan bertarung memperbutkan dukungan Partai Golkar. Jadi Pilgub 2024 adalah diprediksi menjadi pertarungan tokoh-tokoh politik hebat, baik skala lokal maupun nasional,” sebagaimana dimuat di media online Infopublik edisi Rabu, 17 Maret 2021.

Bagindo menyatakan bisa saja Disi Reza berpasangan dengan Edi Santan Putera yang bisa disingkat ESP. Namun akan terjadi perang gengsi antara keduanya. Siapa yang akan jadi cagub dan siapa cawagub. Namun menurut Bagindo, pasangan akan menjadi penantang terberat Herman Deru. Jika pasangan ini jadi bergabung, maka mereka memiliki kemungkinan besar menjadi pasangan yang dapat mengalahkan petahana.

Menanggapi pendapat Bagindo Togar, pengamat pemilu dari Lembaga Studi Pemilu dan Politik (LSPP) Sendy Vicky Sutikno menyatakan berat bagi Dodi untuk melawan Herman Deru di perhelatan pilkada 2024 mendatang. Apalagi situasi nanti tidak sama dengan kemarin. Saat kalah pilgub 2018 lalu Dodi dengan enteng langsung kembali menjabat Bupati Muba. Namun di tahun 2024, kalau Dodi kalah maka dia akan menganggur. Itu artinya Dodi harus memilih dengan jenius, apakah akan maju di Pilbup atau Pilgub. Hanya saja sejauh ini menurutnya, para petahana di banyak pilkada selalu unggul melawan penantang.

“Pasangan HD-MY ini masih kuat sekali, data survei terakhir yang bisa saya akses menunjukan kepuasan atas kepemimpinan mereka ada di kisaran 70 persen lebih, itu pertanda petahana disukai dan akan dipilih kembali. Posisi Dodi Reza sendiri di data survei yang sama, punya kepuasan yang tinggi di Muba, artinya kalau Dodi maju lagi di Pilbup maka dia akan menang” ujarnya kepada wartawan kami, Rabu (25/8).

Mengenai nama-nama lain yang disebut-sebut akan maju di Pilgub Sumsel, pengamat Sendy Vicky menilai hal itu sebagai probable. Menurutnya siapaoun tokoh yang punya cita-cita mengabdi dna bekerja untuk memajukan daerahnya memang harus maju ikut kontestasi. Apakah dia pejabat di tingkat nasional, anggota parlemen pusat atau tokoh di daerah. Namun mereka harus mempersiapkan diri secara matang dan tidak instan. Sendy mengingatkan, kemenangan Herman Deru di Pilgub lalu tidak semata hasil kampanye saat itu tetapi buah dari pengalamannya sebagai Bupati di OKU Timur dan dari kekalahannya di Pilgub sebelumnya.

Menurutnya, kalau tokoh-tokoh Sumsel yang disebut akan maju di Pilgub hanya muncul saat jelang pelaksanaan pendaftaran saja, lebih baik mundur. Bikin pesantren saja atau lembaga amal. Pilkada butuh investasi citra dan bukti pengabdian di masyarakat, kalau tiba-tiba muncul saat akan digelar pemilu, akan tumbang, tidak akan menang. Lalu jika mantan kepala daerah di level kabupaten kota akan maju di pilgub maka dia harus tampil di level provinsi, kalau mengandalkan suara dari bekas daerah yang dipimpinnya, tidak akan maksimal, ujungnya akan kalah.

“Jadi kesimpulannya sampai sejauh ini menurut pengamatan saya, pasangan HD-MY masih yang terkuat dan yang paling tinggi peluang menangnya jika ikut lagi kontestasi di Pilkada Sumsel 27 November 2024 mendatang,” pungkasnya. (Rel)

Tanggal Update on 25 Agustus 2021 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here