20 Bupati dan Walikota di Indonesia Hadiri langsung di API Award Muba
Sekayu- Event bergengsi Anugerah Pariwisata Indonesia (API) Award 2021 yang diselenggarakan di Muba menjadi magnet kuat bagi Kepala Daerah di Indonesia untuk hadir secara langsung.
Tercatat, pada rangkaian Malam Puncak API Award 2021, Selasa (30/11/2021) di Bumi Serasan Sekate sedikitnya dihadiri secara langsung 19 Bupati dan Walikota dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.
“Ya, ada 20 Bupati dan Walikota yang hadir pada Malam Puncak API Award 2021 di Muba ini,” ungkap Kadispopar Muba, Muhammad Fariz SSTP MM.
Fariz merinci, adapun Kepala Daerah yang datang ke Muba untuk menyaksikan langsung API Award diantaranya Bupati Aceh Barat, Bupati Aceh Singkil, Bupati Agam, Bupati Buru Selatan, Bupati Buton Selatan, Bupati Cianjur, Bupati Demak, Bupati Kampar, Bupati Kota Waringin Barat, Bupati Lembata.
“Kemudian, Bupati Lima Puluh Kota, Bupati Maluku Barat Daya, Bupati Pelalawan, Bupati Sidoarjo, Wabup Bengkulu Selatan, Wabup OKI, Wabup Sorolangun, Wabup Solok Selatan, Wawako Tual, Bupati Lembata dan istri, serta ada juga istri Gubernur Aceh,” bebernya.
Tidak hanya itu, lanjut Fariz turut juga dihadiri beberapa perwakilan dari Kementerian yakni Direktur Merek dan Indikasi Geografis Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI, Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Sumsel.
“Lalu, ada juga Staf Ahli Kementerian LHK, Staf Ahli Mendagri. Sementara untuk Menteri Parekraf RI Sandiaga Uno hadir secara virtual karena ada kegiatan di luar daerah,” terangnya.
Sementara itu, Plt Bupati Beni Hernedi menyebutkan ajang API Award bukan hanya sekedar ceremonial ajang penganugerahan tempat Pariwisata di Indonesia saja, melainkan menjadi momentum membangkitkan gairah Pariwisata dan perekonomian.
Baca Juga Pemkab Muba Fokus Percepat Tekan Angka Stunting dan Kemiskiknan EkstremSEKAYU, - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Desiminasi I Audit Kasus Stunting dan Kemiskiknan Ekstrem, di Ruang Rapat Serasan Sekate Setda Muba, Selasa (25/10/2022). Rapat dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Musni Wijaya SSos MSi, bersama Kepala Perangkat Daerah Muba, Camat dan Stakeholder terkait. Dalam Rapat Diseminasi I Audit Kasus Stunting dan Kemiskiknan Ekstrem di Kabupaten Muba Pj Sekda mengungkapkan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrim menjadi fokus perhatian semua pihak, untuk menekan kasus-kasus yang terjadi di Muba. Oleh karena itu, lanjut Pj Sekda Muba, upaya ini harus ditingkatkan dengan melaksanakan rekomendasi-rekomendasi yang diberikan oleh para pakar, narasumber dan tim audit kasus stunting dalam rapat tersebut. "Kami minta baik stunting maupun kemiskinan ekstrim, memang fokus dan menjadi perhatian kita bersama. Hasil pendataan Regsosek juga diharapkan terjadi adanya penurunan yang cukup signifikan," ujarnya. Musni juga menghimbau kepada OPD terkait dalam melaksanakan program kegiatan penurunan stunting dan kemiskinan harus menyentuh langsung kepada masyarakat dan tepat sasaran. "Harapan kita kedepan tentunya cara kita menurunkannya harus secara extreme. Masalah pendataan harus kita perhatikan juga," imbuhnya. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Darsono hadir secara virtual, mengatakan pihaknya telah melakukan survei di Kecamatan Lais dan Sekayu dan memberikan apresiasi kepada Pemkab Muba atas upaya penurunan angka kemiskinan dari 6,68% di tahun 2021 menjadi 4,74% pada tahun 2022. Menurutnya, upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia perlu langkah yang progresif, ekstrem dan langkah yang luar biasa dari semua pihak yang terlibat. "Ada beberapa rekomendasi kerangka kebijakan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim, diantaranya menurunkan beban pengeluaran masyarakat melalui bantuan sosial, dan jaminan sosial. Kemudian peningkatan pendapatan masyarakat seperti pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi lokal, akses pekerjaan, dan selanjutnya meningkatkan akses terhadap layanan dasar serta meningkatkan konektivitas antar wilayah," bebernya. Sementara Ketua Tim Audit Kasus Stunting Muba Mirwan Susanto SE MM memaparkan pelaksanaan Audit Kasus Stunting di Kabupaten Muba dilakukan di Kecamatan Sekayu, Plakat Tinggi dan Kecamatan Batang Hari Leko dengan sasaran yang beresiko, calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, bayi umur kurang dari dua tahun, dan balita umur kurang dari lima tahun. Dalam pelaksanaan audit stunting menggunakan data dari Dinas Kesehatan Muba, DPPKB, dan BKKBN. "Target kita tahun 2024 kasus stunting berada di angka 14%. Ini perlu kerjasama dengan semua stakeholder yang ada, termasuk PKK, TNI, Polri, DNA pihak yang terlibat penurunan Stunting," pungkasnya
“Utamanya di Muba, melalui event ini geliat perekonomian di Muba meningkat. Bahkan, sangat berdampak positif bagi pelaku UMKM di Muba,” ucapnya.
Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumsel ini menambahkan, semoga melalui event API award 2021 ini bisa memberikan kontribusi positif bagi pemulihan perekonomian pascapandemi.
“Kita berharap pandemi ini terus melandai dan perekonomian di Indonesia khususnya di Muba semakin baik,” tandasnya.