Forum indonesia untuk transparansi anggaran (Fitra) Sumatera Selatan (Sumsel) merilis dari hasil kajian Fitra Sumsel pihaknya meminta agar masing-masing Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di pemerintah Kabupaten Ogan Komering ilir (OKI) untuk mengembalikan adanya temuan hasil audit BPK.
Kordinator Fitra Sumsel Nunik Handayani menyebutkan dari hasil kajian Fitra Sumsel dan data yang ada , Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK No. 31.A/LHP/XVIII.PLG/05/2021 tanggal 06 Mei 2021, pada tahun anggaran 2020, Pemerintah kabupaten OKI telah menganggarkan untuk pengadaan belanja modal berupa peralatan dan mesin sebesar Rp. 97.821.385.251,- dengan realisasi belanja per 31 Desember 2020 sebesar Rp. 83.930.212.622,- (85,80 % ). Termasuk diantaranya telah dialokasikan untuk pengadaan kendaraan bermotor dibeberapa OPD.
“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim pemeriksa terhadap fisik kendaraan, penelaahan terhadap dokumen kontrak dan dokumen standar biaya, secara uji petik atas enam paket pengadaan kendaraan bermotor pada empat OPD menemukan adanya kelebihan biaya yang mengakibatkan kerugian keuangan daerah sebesar Rp. 1.090.523.000.,”ungkap Nunik kepada awak media kamis (18/11).
Dikatakanya, dari rincian belanja pengadaan kendaraan di empat OPD tersebut yakni Pengadaan kendaraan pada Sekretariat Daerah sebanyak 2 unit yg terdiri dari satu unit Pajero Sport 2.5L GLX-H4x4 5M/T vin 2020 dengan harga kontrak sebesar Rp. 530.000.000 dan satu unit kendaraan tipe toyota kijang innova 2.4A/T diesel vin 2020 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 415.000.000,-.Dari hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak terhadap pengadaan dua unit kendaraan tersebut, telah melanggar standar biaya yg telah ditetabkan oleh Pemkab OKI sebesar Rp. 143.040.000
” Pada sekretariat Dewan juga telah melakukan pengadaan kendaraan dinas untuk pimpinan sebanyak 4 unit pajero sport 2.4L DAKAR – H 4X4 8 A/T vin 2020 dengan nomor kontrak No.027/1606/Setwan/2020 pada tanggal 21 Oktober 2020 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 2.746.000.000,-, dengan harga per unit sebesar Rp. 687.000.000,-. Dari hasil pemeriksaan yg dilakuakan oleh tim pemeriksa menemukan bahwa harga satuan biaya pengadaan kendaraan dinas tersebut sebesar Rp. 515.263.000. artinya ada selisih harga pada setiap unitnya sebesar Rp. 171.737.000,- kali 4 unit sama dengan Rp. 686.948.000″terangnya.
Selain itu, pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa juga telah melakukan pengadaan satu unit kendaraan bermotor penumpang jenis toyota new fortuner tipe 4×4 2.4 G AT DSL dengan nomor kontrak No. 08/SP/D.PMD/2020 pada tanggal 4 Desember 2020 dengan nominal kontrak sebesar Rp. 633.000.000,-. Berdasarkan keterangan dari pejabat pembuat komitmen diketahui bahwa kendaraan tersebut akan digunakan untuk operasional tim PKK. Hasil pengujian yg dilakukan tim pemeriksa terhadap dokumen standar biaya Pemkab OKI, menemukan adanya kelebihan harga sebesar Rp. 160.770.000,-
Sementara, Dinas Kesehatan Kabupaten OKI juga telah melakukan pengadaan satu unit kendaraan yang akan dipergunakan untuk distribusi obat dengan tipe all new hilux single cabin 2.4 MT diesel vin 2019 dengan nomor kontrak: 447/7780/SPK/Dinkes/2020 dengan nilai kontrak Rp. 232.000.000,- serta satu unit kendaraan tipe toyota new fortuner 4×4 G A/T DSL vin 2019 dengan nomor kontrak : 447/7779/SPK/Dinkes/2020 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 601.000.000,- satu unit kendaraan. Menurut keterangan dari PPK menjelaskan bahwa mobil tersebut akan dipergunakan untuk kendaraan dinas jabatan kepala dinas. Hasil pengujian atas dokumen standar biaya dan pemeriksaan dilapangan menemukan adanya kelebihan harga sebesar Rp. 99.765.000,-.
” Atas permasalahan tersebut, maka FITRA Sumatera Selatan mendesak agar Pejabat Pembuat Komitmen di empat OPD tersebut segera mengembalikan kelebihan harga yg mengakibatkan kerugian keuangan daerah senilai Rp. 1.090.523.000,- ke Kas Daerah Kabupaten OKI. Sebagaimana telah diatur dalam peraturan bupati OKI nomor 17 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Bupati No. 47 Tahun 2019 tentang standar biaya yang telah ditatapkan oleh Pemerintah Kabupaten OKI”tutupnya






