Cegah Gizi Buruk, PERSAGI Ingatkan Kepala Daerah Di Sumsel

Palembang – Persoalan Gizi buruk yang masih melanda di berbagai wilayah khususnya di Sumatera Selatan menjadi perhatian serius Persatuan Ahli Gizi (Persagi), hal tersebut diungkapkan Ketua Umum DPP PERSAGI Kombespol Rudatin.

Perempuan yang juga berprofesi sebagai anggota Polri aktif ini mengatakan agar semua Pemerintahan Daerah hendaknya lebih peduli terhadap perkembangan gizi anak terkhusus di wilayah Sumatera Selatan.

” Saya berharap kepada Kepala Daerah yang ada di Provinsi dan 17 Kabupaten Kota di Sumsel ini agar lebih peduli kepada perkembangan gizi anak, tolong libatkanlah Persagi dalam setiap rencana dan program Kesehatan, kan ada ahli Gizi nya diwilayah masing-masing agar dirangkul untuk mengajak dan mengkampanyekan kepada Masyarakat pola hidup sehat khususnya kepada anak-anak” Tegas Rudatin saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) PERSAGI Sumsel di Hotel Swarna Dwipa, Palembang (18/12/21).

Ditambahkan nya, persoalan gizi itu ada tiga hal yang paling berat, pertama kekurangan gizi (stunting) kelebihan gizi (obesitas)dan kekurangan gizi mikro (anemia gizi).

” Ini harus segerah diatasi Pemerintah, karena hal ini dapat memberikan dampak yang buruk terhadap Negara kedepan, tentu kalau generasi jelek akan menghasilkan generasi kepemimpinan yang kurang baik” Ujarnya.

Rudatin didampingi Ketua DPD PERSAGI Sumsel H.M. Lubis, SKM, MKes, mengharapkan kerja sama Pemerintah Daerah dan Pengurus PERSAGI dapat bersinergi dalam menuntaskan persoalan Gizi di Sumatera Selatan.

” Jika Pemerintah Daerah kekurangan ahli gizi, nanti ada program nusantara sehat yang dikirim dari pusat dan saya berharap kedepan lebih banyak lagi penerimaan ahli gizi di birokrasi Pemda” Ujar Rudatin.

Ditanya keterlibatan PERSAGI dalam persoalan Gizi Di Indonesia, Rudatin menjelaskan pihaknya sudah melakukan berbagai program terkait kesehatan anak salah satunya mencetuskan program 1000 hari pertama kehidupan periode emas yakni penghitungan semenjak terbentuknya konsepsi/sel telur dan sperma dirahim seorang ibu, maka disebut periode emas atau sampai anak usia 2 tahun.

Baca Juga  Kini, Warga Tulung Selapan Miliki Taman Desa

Tidak hanya itu, Rudatin memaparkan PERSAGI juga telah melakukan kerja sama dengan Kemendikbud RI guna mengatasi gizi seimbang melalui pembelajaran di sekolah-sekolah dan bersama Kemenkes RI melalui Kegiatan posyandu.

” Ini nyata, kami melakukan upaya mulai dari ibu hamil hingga sekolah anak usia dini dan program gizi nusantara yang akan masuk pada posyandu-posyandu” Tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *