Sumselnews.co.id|Muba – Para petugas kebersihan dari dinas lingkungan hidup (DLH) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kewalahan malakukan pembersihan parit atau drenase yang berada di jalan lingkungan 1 kelurahan Kayuara Kecamatan Sekayu.
Pasalnya, tidak ada lubang yang bisa dibuka untuk bisa dilakukan pemeberihan ketika aliran air parit tersumbat. Akibatnya petugas dibantu dengan warga sekitar terpaksa menjebol parit.
Ketua RT 01 RW 01 kelurahan kayuara kecamatan Sekayu subhan mengatakan seharusnya parit itu ada lubang yang bisa sewaktu waktu dibuka dan ditutup kembali jika aliran air tersumbat. Sementara parit yang dibuat dengan memasang platdeker ini justru tidak ada lubang yang bisa dibuka tutup semua di cor, alhasil pembersihan para petugas cukup mengalami kesulitan.
“Harusnya ada lubang Parit yang bisa di buka atau tutup, ini dicor semua tapi tidak ada lubang yang bisa dibuka tutup. Dampaknya kan membuat sulit saat aliran parit ini tersumbat untuk dibersihkan,”ungkap subhan saat ditemui, kamis (17/3).
Dikatakanya, pihakanya bersama petugas kebersihan dibantu dari dinas Damkar terpaksa menjebol parit agar petugas bisa membersihkan samapah dan lumpur yang meneyebabkan aliran air tersumbat. Sebab dampaknya ketika aliran air parit itu tersumbat air meluap kejalan.
“Tadi kami sudah mencoba meminta bantuan dari dinas Damkar untuk mendorong supaya sumbatan air bisa lancar kembali, namun tidak berhasil terpaksa kami jebol saja,” cetusnya.
Untuk itu, warga berharap kepada pemerintah khususnya dinas teknis yang biasa membuat kegiatan pembuatan parit atau drenase agar saat membuat parit memperhatikan tempat atau lubang yang bisa dibuka dan ditutup ghunnah dilakukan pembersihan saat aliran parit tersumbat.
“Kami minta pihak terkait untuk peka terhadap persoalan ini, Jangan hanya membuat saja tanpa memikirkan bagaimana ketika aliran parit ini tersumbat, bagaimana cara membersihkanya serta bagamaina mengatasi ketika aliran air tersumbat akibat sampah dan lumpur yang menumpuk dan menyumbat aliran air,”,tukasnya.






