Sumselnews.co.id| Muba-Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Muba bekerjasama dengan Bank Sumsel Babel (BSB) Kamis (20/1) mulai memberikan pelatihan kepada operator desa dalam mengelola Keuangan desa berbasis non tunai dengan sistem Cash Management Sistem (CMS) yang terkoneksi dengan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) online. Pelatihan dilakukan di Kantor BSB Cabang Sekayu.
Kepala Dinas PMD Muba Richard Cahyadi AP melalui Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda, Riduan mengatakan kegiatan ini tindak lanjut dari perjanjian kerjasama antara pihak Dinas PMD Muba dengan bank Sumsel Babel untuk memberikan pelatihan kepada operator desa.
“Mulai hari ini (kemarin.red) kita melakukan kegiatan pelatihan E-Banking dengan CMS koneksi aplikasi Siskeudes online. Pelatihan ini juga Menindaklanjuti amanat perbup nomor 110 tentang pengelolaan pembayaran non tunai di desa,”ungkap Riduan.
Dikatakannya, Untuk gelombang pertama, jadwalnya sudah disusun dimana dari 15 kecamatan yang ada hari ini (kemarin.red) jadwal pelatihan diawali dari Kecamatan Sekayu. “hari ini (kemarin.red) untuk Kecamatan Sekayu dengan peserta 10 desa dihadiri langsung oleh Kades dan operator desa,”tukasnya.
Sementara, Pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu Dede Abdul Halim mengatakan tujuan pelatihan kepada operator desa tersebut agar para operator Desa nantinya memahami Bagaimana tata kelola keuangan desa bisa lebih transparan dan akuntabel.
“Memang Bank Sumsel Babel sengaja membuat sistem bekerja sama dengan BPKP bahwa tujuan dari transaksi yang dilakukan oleh keuangan Desa ini secara non tunai sehingga apa yang kita harapkan dari transaksi non tunai tersebut itu adalah hal-hal yang terkait dengan pencegahan dari manipulasi baik itu dari sisi manipulasi laporan maupun dari sisi materialnya
sendiri,”terangnya.
Dikatakan Dede, dengan menerapkan sistem keuagan desa yang dikelola dengan cara non tunai. Harapannya pencatatan dari keuangan desa ini dapat dilakukan secara akuntabel sehingga dapat dipercaya laporan itu sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
“kami juga berharap para perangkat desa ini dapat melaksanakan sistem keuangan Desa ini dengan baik dan benar, Sehingga apa yang telah kita cita-citakan untuk mewujudkan laporan keuangan dari keuangan Desa itu dapat tercapai dengan baik dan dapat membantu dari desa-desa tersebut sehingga menjadi laporan keuangan yang dapat terpercaya dan bisa dimanfaatkan sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan,”tukasnya.






