8 Dosen UPN Veteran Yogyakarta Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Mahasiswa Geruduk Rektorat

SUMSELNEWS.CO.ID | Ratusan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung rektorat pada Selasa (25/3). Mereka menuntut penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan delapan orang dosen terhadap seorang mahasiswi. Aksi ini berlangsung damai namun penuh tekanan, dengan mahasiswa mendesak rektorat segera mengambil tindakan tegas.

Aksi Mahasiswa

Massa yang sebagian besar terdiri dari mahasiswa berbagai fakultas membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan mereka. Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa menyatakan bahwa kasus ini sudah lama dilaporkan ke Satgas Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual (PPKS) kampus, namun hingga saat ini tidak ada perkembangan signifikan. ‘Komitmen dari kampus untuk menyelesaikannya dan menonaktifkan sementara beberapa pelaku yang sudah kami masukkan ke laporan satgas. Namun hingga saat ini belum ada penyelesaiannya,’ ujar salah satu koordinator aksi.

Mahasiswa memberikan ultimatum selama tiga hari kepada rektorat untuk segera menjatuhkan sanksi nonaktif terhadap delapan dosen yang diduga terlibat. Mereka juga menuntut transparansi proses investigasi dan perlindungan bagi korban. Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas lambannya penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Tanggapan Rektorat

Menanggapi aksi tersebut, pihak rektorat melalui perwakilannya menyatakan bahwa mereka tidak akan menutup mata terhadap persoalan ini. ‘Ada prosedur yang harus kami lalui. Artinya, kami harus memeriksa beberapa pihak terkait dengan kasus ini dan itu memang memerlukan waktu. Saya sangat berharap mahasiswa bersedia membantu,’ ungkap pejabat rektorat yang hadir di lokasi. Rektorat berjanji akan memproses kasus ini sesuai dengan aturan yang berlaku dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi mengenai status para dosen terduga. Namun, rektorat menegaskan bahwa proses hukum internal sedang berjalan dan akan diumumkan segera setelah selesai. Mahasiswa berjanji akan mengawal terus kasus ini hingga ada keadilan bagi korban dan sanksi yang setimpal bagi para pelaku.

Baca Juga  Menguak Misteri Elagabalus: Ritual Aneh, Kontroversi, dan Kejatuhan Kaisar Paling Eksentrik Roma