Sumselnews.co.id LAHAT | Ribuan warga dan pelajar baik dari tingkat SD, SMP, Maupun SMA dan SMK Kota Lahat antusias menyambut arak-arakan piala Adipura dan piala Proklim (program kampung iklim) tahun 2022 di sepanjang ruas jalan protokol Kota Lahat, Selasa ( 07/03/22 ).
Kedua piala tanda keperdulian terhadap lingkungan itu, diarak di Kota Lahat, sambil dipegang oleh Bupati Lahat, Cik Ujang.SH yang didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Lahat Lidyawati Cik Ujang.S.Hut.MM dan Wakil Bupati Lahat H. Haryanto SE MM didampingi Ketua GOW Hj.Sumiati Haryanto
Yang ikut pada arak-arakan, Ketua DPRD Kabupaten Lahat Fitrizal Homizi.ST.M.Si, Dandim 0405 Lahat, Kapolres Lahat yang diwakili Waka Polres, Ketua Pengadilan Negeri, Kajari Lahat, Sekda Lahat Chandra.SH.MM, kepala dinas lingkungan hidup Agus salman, dan Kabid B3 dinas lingkungan hidup Siti Soleha, Ketua DWP Ria Chandra dan seluruh OPD dan Pasukan Biru.
Bupati lahat Cik Ujang SH mengatakan, anugerah Adipura tersebut, milik warga Kabupaten Lahat, yang sudah perduli terhadap kebersihan lingkungan. Terutama para pasukan biru, yang sudah berperan lakukan penyisiran membersihkan Lahat dari tumpukan sampah. Begitu pula untuk warga Desa Bandar Jaya, Kecamatan Kikim Barat, yang sudah konsisten menjadi desa percontohan dalam pengendalian lingkungan. Sehingga dapatkan anugerah Proklim Utama.
” Terima kasih untuk pasukan biru (petugas kebersihan) Trutama Kabid Peningkatan Kapasitas dan Limbah B3, Siti Zaleha yang telah bekerja keras mulai pagi sampai malam hari yang telah menghantarkan anugerah Adipura bagi Kabupaten Lahat.”ucapnya
Lanjut bupati, bahwa Upaya yang sudah dilakukan, harus dipertahankan. Kebersihan bukan karena untuk raih penghargaan, tapi harus jadi kebiasaan seluruh masyarakat,” ujar Cik Ujang.
Diwaktu yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lahat, Agus Salman, melalui Kabid Peningkatan Kapasitas dan Limbah B3, Siti Zaleha menerangkan, persiapan Adipura dan Proklim sudah dilakukan pihaknya sejak Agustus 2021 lalu. Salah satu titik penilaian dengan nilai tertinggi, ialah Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Karena itu, TPA didesain sebagus mungkin untuk penanggulangan sampah.
” Harapan kita semua masyarakat, petugas kebersihan, dan seluruh OPD, bisa mempertahankan anugerah ini. Karena kebersihan tanggung jawab semua masyarakat, bukan hanya DLH dan petugas kebersihan saja.” Tuturnya
Anugerah Adipura ini bukan hanya soal lingkungan bersih dan teduh, tapi juga bermanfaat bagi ekonomi masyarakat,” Ucapnya Kabid Peningkatan Kapasitas dan Limbah B3, Siti Zaleha
Agustin






