Beranda MUBA Segera Tunjuk PLT Kadinsos Muba

Segera Tunjuk PLT Kadinsos Muba

27
0

Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak penyidik pidsus Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Ahmad Nasuhi dalam kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya saat dirinya menjabat Karo Kesra Pemprov Sumsel.

Pemerintah Kabupaten Muba melalui Badan Kepegawaian pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM) Muba menonaktifkan sementara Ahmad Nasuhi sebagai Kepala Dinas Sosial Muba hingga kasus yang dijalaninya mendapatkan putusan inkrah.

Kepala BKPSDM Kabupaten Musi Banyuasin Endang Dwi Hastuti SE MSi, melalui Sekretaris BKPSDM Rudianto MN ST mengatakan, setelah mendapat informasi dari media massa terkait adanya pejabat di Muba yang ditetapkan tersangka dalak kasus dugaan korupsi, BKPSDM Muba sudah mengambil langkah pertama pihaknya telah menonaktifkan atau membebas tugaskan sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Muba Ahmad Nasuhi.

“Ya, sementara kita menonaktifkan beliau sebagai Kadinsos sampai menunggu putusan hukum tetap atau inkraht dalam proses hukumnya,” ungkap Rudianto ditemui awak media, kamis (17/6).

Dikatakanya, selain menonaktifkan selanjutnya, untuk hak kepegawainya yakni berupa gaji tetap dibayarkan namun hanya 50 persen sampai ada penetapan putusan pengadilan yang inkrah.

Hingga ada putusan inkrah, agar roda birokrasi di Dinsos Muba tetap berjalan akan segera menunjuk pelaksana tugas di Dinsos, sehingga hal iti tidak menganggu kinerja di Dinas tersebut.

“Sanski penonaktifan serta hal lainya, dilakukan Dijelaskan berdasarkan dengan aturan yang mengacu PP Nonor 11 tahun 2017 pasal 276 huruf C tentang management pegawai negeri sipil.”imbuhnya.

Sebagai informasi, Mantan sekda provinsi sumsel Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi (Coy) mantan kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel yang saat ini juga sedang menjabat sebagai kepala Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel.

Kedua tersangka ditetapkan Setelah melakukan pemeriksaan akhirnya penyidik pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya.
Rabu (16/6).

Dua tersangka tersebut, keluar dari ruang pemeriksaan penyidik sekitar pukul 17.10 WIB dengan tangan diborgol dan menggunakan rompi tahanan yang bertuliskan Tahanan Tipikor Kejati Sumsel, dan langsung digiring ke mobil tahanan untuk dilakukan penahanan oleh penyidik ke Rutan Kelas I Pakjo Palembang.

Mukti Sulaiman sendiri ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik, yang mana kapasitasnya sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Darerah (TAPD). Sedangkan, untuk tersangka Ahmad Nasuhi alias Ustad Coy ditetapkan sebagai tersangka yang mana pada saat itu dia menjabat sebagai Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel.

Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman SH MH mengatakan, hari ini penyidik pidsus Kejati Sumsel kembali menetapkan dua tersangka baru yakni MS dan AN.

“Adapun keterlibatan tersangka MS adalah selaku Sekda dan Ketua Tim TAPD pada saat itu, keterlibatannya karena jabatan pasal yang dikenakan oleh penyidik yakni pasal 2 Jo pasal 18 UU No 20 tahun 2001 Jo Pasal 55. subsider pasal 3 Jo 18 UU No 20 2001 Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHAP. Sementara untuk tersangka AN yang saat itu menjabat sebagai Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel, pasal yang dikenakan sama dengan tersangka MS. keduanya ditahan untuk ditahan untuk 20 hari kedepan,” tutupnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here