Misteri Anak 13 Tahun Hilang di Kuburan Palembang Terungkap: Ditemukan Menangis Jauh, Warganet Bertanya-tanya

PALEMBANG | Warga Kota Palembang sempat digegerkan oleh kabar hilangnya seorang anak perempuan berusia 13 tahun dari area pemakaman. Gadis belia ini dilaporkan menghilang di sekitar Kuburan Lebung Siareng pada Rabu malam, 20 Agustus 2025, memicu kekhawatiran dan pencarian besar-besaran yang melibatkan banyak pihak.

Hilangnya anak ini, terlebih di lokasi pemakaman yang kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis, sempat memicu spekulasi liar di kalangan warga. Beberapa warga bahkan menduga gadis tersebut “dibawa makhluk halus,” menambah kesan misterius pada peristiwa ini. “Min, Min, katanyo ado budak kecil hilang digawak makhluk halus Min di Kuburan Angkatan 66,” ujar seorang warga, seperti dikutip dari unggahan akun Instagram @palembang.update.

Menanggapi kabar tersebut, masyarakat setempat segera bergerak cepat. Upaya pencarian dilakukan secara intensif hingga menjelang Subuh, namun tanpa hasil. Informasi mengenai hilangnya gadis yang diketahui memiliki disabilitas mental ini kemudian diviralkan di media sosial, berharap jangkauan pencarian bisa lebih luas dan membuahkan hasil. Faktor disabilitas mental yang dialami anak tersebut semakin meningkatkan urgensi dan kepedulian masyarakat untuk segera menemukaya.

Keesokan harinya, berkat kerja keras dan dukungan warga serta informasi yang tersebar luas, kabar baik akhirnya datang. Anak berusia 13 tahun itu berhasil ditemukan dalam keadaan menangis. Namun, lokasi penemuaya mengejutkan banyak pihak. Ia ditemukan duduk sendirian dan menangis di daerah OPI, sebuah lokasi yang cukup jauh dari Kuburan Lebung Siareng tempat ia terakhir terlihat. “Kak sudah ketemu anak yang hilang kemarin, ditemuke lagi duduk sambil nangis di daerah Opi, sekarang sudah di rumah Sitinya,” lapor seorang warga.

Baca Juga  Kasus DBD Sumsel Tembus 6.263, Dinkes Andalkan Teknologi Wolbachia dan Imunisasi: Peningkatan Kasus karena Musim Hujan

Penemuan ini tentu saja membawa kelegaan bagi keluarga dan seluruh warga Palembang yang ikut membantu mencari. Namun, bersamaan dengan itu, muncul pula berbagai pertanyaan dari warganet. Banyak yang merasa heran dan bertanya-tanya bagaimana anak dengan disabilitas mental bisa berjalan atau dibawa ke lokasi sejauh itu sendirian. “Siapa yang ngajak dia sampai sejauh itu?” dan “Bagaimana dia bisa sampai ke OPI?” menjadi pertanyaan yang ramai diperbincangkan di media sosial. Hingga kini, detail mengenai bagaimana gadis tersebut bisa berpindah lokasi sejauh itu masih menjadi misteri yang belum terpecahkan sepenuhnya, meninggalkan tanda tanya besar di benak publik.