Beranda Uncategorized Maki Pertanyakan Proses Hukum Jalan Lingkar Barat Kota Lubuk Linggau

Maki Pertanyakan Proses Hukum Jalan Lingkar Barat Kota Lubuk Linggau

16
0

Palembang. Aksi Damai MAKI ( Masarakat Anti Korupsi Indonesia ) Sumsel kembali melakukan demo menyuarakan keadilan di Sumatera Selatan kemari di halaman markas besar kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

Boni Belitong selaku korak dalam aksi tersebut mengatakan dalam agenda aksi damai tersebut, secara khusus untuk menyampaikan pengaduan baru terkait temuan BPK RI dalam khususnya penggunaan anggaran tidak terduga untuk masalah covid 19 TA 2020 Sumatera Selatan.

“Selain itu,MAKI kota Palembang mempertanyakan pekerjaan insfratuktur jalan talang Kepuh kecamatan Gandus di kota Palembang, laporan dugaan perbuatan curang / korupsi pada pembangunan jalan lingkar barat kota lubuk Linggau TA 2019 dan 2020.( Multi Years ) , laporan perbaikan/ pemeliharan jalan poros Ketapat Bening- air bening-Mekarsari-tanjung raja kecamatan Rawas Ilir kabupaten Muratara TA 2020 dan laporan perkuatan Tebing Sungai Menang TA APBDP 2020,”bebernya.

Lanjut dia, aksi itu juga mempertanyakan Kemudian terkait penggunaan anggaran tidak terduga tahun 2020 propinsi Sumatera Boni mengatakan anggaran tidak terduga untuk covid 19 melalui dinas sosial tahun 2020 sebesar Rp.23 M.lebih berdasarkan kan pernyataan BPK RI perwakilan Sumatera Selatan lhp nomor : 28.B/ LHP/ XVIII.PLG/05/2021. Terbit tanggal 06 Mei 2021.

“Terkait kasus bansos di dinas sosial propinsi Sumatara selatan ini telah di muat oleh BPK dalam 2 lhp, yang mana yang pertama di cantumkan oleh BPK lhp nomor : 84/LHP/XVIII.PLG/12/2020 yang terbit tanggal 28 Desember 2020,”terangnya

terkait masalah bansos covid ini , boni menyebut secara tegas harus di usut tuntas,karena dari lhp pertama Desember 2020 sudah bisa menyeret pihak dinas dan pihak perusahaan, karena itu sudah lebih dari 60.hari.

Sementara itu terkait dengan perjalanan kasus insfratruktur yang merupakan agenda dalam aksi tersebut ,para jaksa piket di ruang PSP kejati Sumsel mengatakan untuk proyek Jalan Talang kepuh TA 2019 masih penyelidikan di bagian Pidsus Kejati.

“Kemudian untuk 3 pengaduan lainnya yaitu laporan dugaan perbuatan curang / korupsi pada pembangunan jalan lingkar barat kota lubuk Linggau TA 2019 dan 2020.( Multi Years ) , laporan perbaikan/ pemeliharan jalan poros Ketapat Bening- air bening-Mekarsari-tanjung raja kecamatan Rawas Ilir kabupaten Muratara TA 2020 dan laporan perkuatan Tebing Sungai Menang TA apbdp 2020 semuanya masih dalam proses di kejari Kota Lubuk Linggau melalui rekomendasi kejati Sumsel.”tegasnya.

Dalam aksi damai tersebut pihak menyambut baik Dengan mengutus jaksa Intel Kejati untuk menerima kehadiran kami pada kemarin.
kepada MAKI sudah menyuarakan keadilan mengenai pengaduan yang telah masuk mungkin untuk di luar kota di tindaklanjuti kejari terkait, biar tidak ada tumpang tindih dalam penangannya” ucap Chandra.

” Kami meminta agar pengaduan 3 Insfratruktur tersebut yang merupakan agenda utama MAKI akan terus di kawal sampai ada keputusan dari pihak penegak hukum di Sumatera selatan.”imbuhnya.

Tanggal Update on 6 Juli 2021 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here