Sumselnews.co.id Muara Enim | RSUD Dr. H.M. Rabain Muara Enim menetapkan jumlah 55 pasien operasi katarak peserta BPJS Kesehatan per bulan yang dapat dilayani.
Penetapan tersebut bukan merupakan pembatasan layanan, melainkan hasil kesepakatan bersama antara pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan yang disesuaikan dengan kapasitas pelayanan dokter spesialis mata yang tersedia.
Direktur RSUD Rabain Muara Enim Selamat Oku Asmana melalui Kabid Pelayanan Medik dan Rekam Medik Erricha Sefriyeni, menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut telah dituangkan dalam berita acara bersama antara BPJS Kesehatan dan RSUD Rabain.
“Jadi ini bukan pembatasan kuota, tetapi memang sudah ada penandatanganan berita acara kesepakatan bersama antara BPJS Kesehatan dengan RSUD Rabain dengan mempertimbangkan jumlah dokter yang tersedia,” ujar Erricha, Senin (11/5/2026).
Erricha menjelaskan, saat ini RSUD Rabain hanya memiliki satu dokter yang dapat melakukan tindakan operasi katarak sehingga jumlah pasien yang ditetapkan setiap bulan disesuaikan dengan kemampuan pelayanan medis, jumlah kunjungan pasien, hingga kebutuhan perawatan pascaoperasi.
“Penetapan 55 pasien operasi katarak BPJS per bulan itu sesuai kapasitas dokter, melihat kunjungan pasien dan pasien yang harus dirawat,” jelasnya.
Erricha menyebut, pada April 2026 jumlah pasien operasi katarak BPJS di RSUD Rabain tercatat sebanyak 52 pasien sehingga belum terjadi lonjakan atau antrean pasien yang membludak.
“Kalau bulan April 2026 itu jumlahnya 52 pasien. Jadi tidak ada kunjungan yang membludak,” bebernya.
Meski demikian, pihak rumah sakit membuka kemungkinan penambahan jumlah pasien operasi apabila kebutuhan pelayanan meningkat dan kondisi tenaga medis memungkinkan.
“Seandainya memang dibutuhkan penambahan kuota, itu bisa diajukan kembali ke BPJS Kesehatan,” tambahnya.
Menurut Erricha, usulan penambahan kuota nantinya akan disampaikan berdasarkan data pelayanan yang dimiliki RSUD Rabain. Namun keputusan akhir tetap melalui proses kredensial dari BPJS Kesehatan.
“Kita ajukan kembali berdasarkan data-data yang kita punya untuk melakukan penambahan. Nanti pihak BPJS Kesehatan akan melakukan kredensial apakah bisa ditambah atau tidak,” terangnya.
Selain itu, RSUD Rabain juga tengah mempersiapkan penambahan tenaga spesialis mata di masa mendatang.
Saat ini terdapat satu dokter umum rekomendasi RSUD Rabain yang sedang menempuh pendidikan spesialis mata.
“Kalau nanti ada penambahan dokter dan daftar tunggu pasien panjang serta dokter sanggup, maka kesepakatan itu bisa ditinjau ulang,” pungkasnya. (Alhamd)

