Beranda MUBA KPAD Muba Dampingi Proses Hukum Ayah Cabuli Anak Kandung

KPAD Muba Dampingi Proses Hukum Ayah Cabuli Anak Kandung

32
0

Adanya kasus cabul yang melibatkan ayah kandung yang tegah mencabuli anak kandung nya sendiri hingga berkali-kali di Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Muba, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akan mengawal dan mendampingi proses tersebut hingga tuntas.

Ketua KPAD Muba Soleman MPdI mengatakan drive perkembangan kasus ayah mencabuli anak kandungnya sendiri pihaknya sudah mengawal dan mendampingi proses hukum yang saat ini tengah dilakukan di Polres Musi Banyuasin

“Jadi, Kemarin KPAD sudah mendampingi sampai dengan pelaporan di pihak Polres, mulai dari proses penangkapan hingga penahaanan,”ungkap Soleman, Selasa (22/6).

Dikatakanya, saat ini korban dalam kondisi aman di bawah perhitungan keluarga besarnya namun KPAD juga sudah meminta kepada Pihak Dinas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Muba, untuk diberikan pendampingan terkait psikologi anak tersebut.

” Dalam waktu dekat Kami akan mengunjungi korban, untuk melihat kondisi anak tersebut,”tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Muba, Dewi Kartika dikonfirmasi terkait adanya kasus tersebut mengatakan saat ini kasus tersebut sudah dilakukan proses hukum di polres musi banyuasin.

“meski bapak kandung dia harus mempertanggung jawabkan secara hukum.Proses hukum tetap harus dilakukan”, Kata Dewi.

Dikatakanya, jika melihat kondisi seperti ini artinya ini kondisi yang ada sudah sangat urgent semua elemen harus bersama-sama untuk melakukan bagaimana upaya untuk mencegah agar tidak ada terjadinya kasus kekerasan terhadap anak.

“ada surat edaran Bupati Nomor 263/217/DPPPA III/2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan dan pelecehan seksual pada anak dan perempuan serta penyandang disabilitas kepada seluruh Camat dan seluruh kepala desa dengan untuk segera turun tangan, untuk melakuka uapaya dengan berbagai cara untuk mencegah gejolak sosial tersebut. Jadi tidak hanya dengan menyetop pesta malam artinya hal itu tidak terlalu efektif juga.,”ungkapnya.

lanjutnya, melihat dari kasus tersebut hal ini juga bisa disebabkan sudah ada pergeseran dalam hal norma agama. Bupati Muba sudah mengeluarkan surat edaran untuk Pihak Kecamatan dan Kepala Desa menginstruksi agar memperbanyak kegiatan- kegiatan keagamaan, pengajian cerama agama dan lainya.

” karena norma agama sudah jauh dari keluarga sekarang ini itu yang menjadi permasalahan. Jadi konsep bahwa anak itu yang paling aman itu di samping ayah dan bundabya sekarang sudah bergeser dan sudah memprihatinkan sudah ada perubahan gejala sosial di masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin,”terangnya.

Dari itu pihaknya mengajak semua elemen dari orang tua keluarga dan masyarakat harus bahu-membahu untuk mencegah perilaku gejala sosial. Dalam waktu dekat DPPPA bersama KPAD dan unsur lainnya akan menjadwalkan kunjungan kerja ke Kecamatan dan Desa untuk memberikan sosialisasi terkait upaya – upaya pencegahan terhadap gejala sosial di masyarakat.

” mungkin kita akan menyasar ke desa terlebih dahulu dalam hal kasus yang saat ini tengah diproses hukum mungkin ayah kandung korban pengguna narkoba, atau juga bisa karena sudah berpisah lama dengan istrinya. Karena jika dia orang baik-baik tidak akan mungkin melakukan perbuatan seperti itu mungkin ini dilakukanya diluar kesadaran,”imbuhnya.

Sebagai informasi, polres muba saat ini telah melakukan proses hukum terhadap bapak yang telah melakukan perbuatan tidak terpuji terhadap anak kandungnya sendiri.

Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya, melalui Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin mengatakan, pelaku telah diamankan Unit Pelayanan Perempuan Dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Muba dan saat ini masih dalam pemeriksaan.

“Pelaku mengakui telah mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur sebanyak tiga kali,” ujar Ali didampingi Paur Subbag Humas Polres Muba Iptu Indra Jaya, Selasa (22/6).

Dikatakan Ali, pelaku mencabuli korban di dalam rumahnya sendiri dengan terlebih dahulu memaksa dan mengancam korban.

“Perbuatan pelaku itu dilakukan pada 11, 13 dan 15 Juni 2021. Pelaku ini melakukan pencabulan gara-gara menonton film porno, sehingga naik libidonya, lalu melampiaskan kepada korban,” terang dia.

Pelaku ini bisa leluasa mencabuli korban karena hanya tinggal berdua saja di rumah. Sedangkan ibu korban tinggal di lain rumah karena telah berpisah dengan pelaku dan menikah lagi.

Lantaran korban tidak tahan dengan aksi pelaku, korban pun menemui dan bercerita soal kejadian yang dialami kepada sang ibu. “Mendapati cerita anaknya, ibu dan korban langsung melapor ke Unit PPA. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap pelaku,” jelas Ali.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 Jo Pasal 76E UU RI No 35 Tahun 2014 atas Perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan terancam pidana15 tahun penjara,” tandas Ali.

Tanggal Update on 22 Juni 2021 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here