PALEMBANG | Sebuah kisah pilu datang dari Kota Palembang, di mana seorang anak tak henti-hentinya mencari sang ayah yang telah menghilang sejak Februari 2023. Pencarian yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun ini menunjukkan kegigihan sang anak, yang kini menelusuri kawasan Plaju setelah mendapatkan petunjuk berharga dari warganet.
Ayah dari pemuda ini dilaporkan pergi dari rumah pada waktu Subuh, Februari 2023, dengaiat membeli sarapan. Namun, sejak saat itu, ia tak pernah kembali. Setelah diselidiki, tempat sarapan yang dituju sang ayah ternyata sedang tutup pada hari tersebut. Pihak keluarga menduga bahwa sang ayah mungkin mencoba mencari tempat laiamun tersesat, mengingat usianya yang sudah tua dan dugaan kondisi yang pelupa.
Tidak menyerah pada keadaan, sang anak terus berupaya mencari ayahnya. Ia memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi dan foto ayahnya, berharap ada warga yang mengenal atau melihat. Upaya ini membuahkan hasil ketika unggahan viralnya di TikTok, melalui akun @empittt18, menarik perhatian banyak netizen. Berbagai laporan dan petunjuk mulai bermunculan, mengarahkan pencarian ke wilayah Plaju, Kota Palembang.
Petunjuk yang paling sering diterima adalah melihat sosok pria yang sangat mirip dengan sang ayah, namun dalam kondisi yang memprihatinkan sebagai pemulung. Beberapa saksi mata bahkan menyebutkan bahwa pria tersebut tampak kesulitan berjalan. Mendengar laporan ini, sang anak tanpa ragu langsung bergerak cepat menuju Plaju untuk melakukan pencarian di lokasi-lokasi yang disebutkan warganet.
“Persis? Ini kami di Plaju, mutar-mutar belum ketemu,” ujar sang anak dalam unggahan tersebut, menggambarkan perasaaya yang campur aduk antara harapan dan kecemasan.
Respons dari warganet pun sangat membantu. Salah satu akun dengaama @rasxsya memberikan saran spesifik, “Kak maaf cuma kasih saran, kalau mau nyari pemulung-pemulung (yang kemungkinan Bapak Kakak) di daerah Plaju mending hari Jumat Kak, soalnya kalau Jumat pemulung ngumpul semua, apalagi di pom bensin dekat Mahameru banyak pemulung hari Jumat.” Saran ini menunjukkan solidaritas dan kepedulian komunitas online dalam membantu menemukan sang ayah. Semoga pencarian ini segera membuahkan hasil, mengakhiri penantian panjang keluarga.






