Muara Enim — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum. menjadi salah satu yang diamankan dalam operasi tersebut.
KPK mengamankan total 10 orang dalam OTT yang berlangsung pada Senin (8/6/2026). Operasi ini melibatkan penangkapan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Jakarta. Tim KPK juga melakukan penggeledahan serta penyegelan di beberapa lokasi strategis.
Kronologi Operasi
Operasi berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Sekitar 10 orang diamankan, terdiri dari lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim termasuk Bupati Edison, dan lima orang dari pihak swasta.
Beberapa di antaranya langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Tim KPK menyegel dan menggeledah Kantor Dinas Pendidikan Muara Enim, kantor Pemkab, ruang Bupati, serta rumah dinas. Di Dinas Pendidikan, setidaknya lima ruangan disegel, yaitu Ruang Perencanaan, Ruang Sarana dan Prasarana, Ruang Sekretaris, Ruang Keuangan, serta Ruang Bidang Kebudayaan.
Hingga saat ini, KPK masih berada di lapangan untuk pengembangan kasus. Belum ada rincian resmi mengenai barang bukti maupun konstruksi perkara. Status para pihak yang diamankan masih dalam proses penyelidikan awal, dengan KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menetapkan tersangka.
Profil Bupati Edison
H. Edison, S.H., M.Hum. lahir pada 6 Maret 1968 di Banuayu, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim. Ia berusia 58 tahun dan merupakan bupati petahana periode 2025–2030 dari Partai NasDem.
Edison memulai karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pertanahan Nasional (BPN) sejak 1995. Jabatan terakhirnya sebelum menjadi bupati adalah Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan di Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan.
Ia lulusan Sarjana Hukum (S.H.) dari Universitas Sumatera Utara dan Magister Humaniora (M.Hum.) dari Universitas Sriwijaya. Edison dilantik sebagai Bupati Muara Enim pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto, bersama Wakil Bupati Ir. Hj. Sumarni, M.Si. Pasangan ini memenangkan Pilbup Muara Enim 2024 dengan perolehan 114.258 suara atau 38,76 persen.
Edison menikah dengan Hj. Heni Pertiwi Edison, S.Pd., yang aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan termasuk TP PKK.
Kabupaten Muara Enim kerap menjadi perhatian KPK dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, dua bupati Muara Enim juga pernah terjerat kasus korupsi, yaitu Ahmad Yani pada 2019 dan Juarsah pada 2021.
Kasus terbaru ini menambah daftar kepala daerah yang diamankan KPK sepanjang tahun 2026. Perkembangan lebih lanjut akan diumumkan secara resmi oleh KPK dalam waktu dekat.






