Bocah 7 Tahun Diculik dan Ditemukan Tewas di Kutai Timur, Pelaku Ditangkap

KUTAI TIMUR – Muhammad Royan Prastio (7), bocah yang dilaporkan hilang setelah diculik oleh seorang pria misterius berjaket ojol, akhirnya ditemukan tewas mengenaskan di semak belukar di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada Rabu siang. Jenazah korban ditemukan dengan sejumlah luka memar di tubuhnya, tiga hari setelah penculikan yang sempat menghebohkan publik.

Kasus ini menjadi viral setelah pelaku diketahui meminta uang tebusan sebesar Rp200 juta kepada pihak keluarga sebagai syarat agar korban dikembalikan dalam kondisi selamat. Namun, harapan keluarga sirna setelah tubuh Royan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Kronologi Penculikan dan Penemuan Jenazah

Muhammad Royan Prastio, yang akrab disapa Royan, terakhir terlihat di kawasan Jalan Pasundan, Kecamatan Sanggata Utara, Kabupaten Kutai Timur, sebelum dilaporkan hilang. Menurut kesaksian teman korban yang diceritakan kembali oleh paman korban, Rahmat, Royan diimingi oleh pelaku untuk pergi memancing.

“Anak itu diiming-imingin mancing,’ ujar Rahmat, paman korban.

Karena Royan memiliki hobi memancing, ia kemudian ikut bersama pria yang mengenakan jaket ojol tersebut. Belum diketahui secara pasti apakah pelaku memang seorang pengemudi ojek daring atau hanya meminjam jaket tersebut.

Tiga hari setelah insiden penculikan, tubuh Royan ditemukan di semak belukar di belakang Masjid Agung Kutai Timur. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah tak bernyawa dengan sejumlah luka memar yang terlihat jelas di tubuhnya.

Identifikasi dan Hasil Otopsi

Pihak keluarga segera mendatangi kamar mayat di Rumah Sakit Umum Kudungga, Kutai Timur, untuk mengidentifikasi jenazah. Berdasarkan hasil identifikasi, dipastikan bahwa jenazah bocah laki-laki tersebut adalah Muhammad Royan Prastio.

Rahmat mengonfirmasi hal tersebut. ‘Yang ditemukan sekarang ini yang dikonfirmasi dari pihak kepolisian itu memang benar bahwa itu adalah Royal yang memang informasinya diculik dan dianiaya,’ katanya. Pihak dokter juga telah melakukan autopsi dan mengonfirmasi adanya tindak kekerasan yang dialami korban sebelum meninggal dunia.

Baca Juga  Turnamen Biliar Bupati OKI Cup II Sukses digelar, Modal Hadapi Porprov 2023

Permintaan Tebusan dan Penangkapan Pelaku

Selama masa pencarian, keluarga korban sempat menerima permintaan uang tebusan sebesar Rp200 juta dari pelaku. Permintaan ini menambah berat beban penderitaan keluarga yang berharap Royan dapat kembali dalam kondisi selamat.

Namun, Rahmat menduga motif di balik permintaan tebusan tersebut mungkin lebih kompleks.

‘Untuk tebusan itu memang benar dari pelaku sebenarnya tebusan itu kayaknya dia enggak terlalu memikirkan sebenarnya karena ada motif yang lebih dari itu sebenarnya,’ jelas Rahmat.

Ia menambahkan bahwa motif utama akan dibahas lebih lanjut di pengadilan dan oleh kepolisian.

Berkat kerja keras aparat kepolisian, pelaku penculikan dan pembunuhan Royan berhasil diamankan di Kota Balikpapan. Saat ini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Kalimantan Timur untuk mendalami motif dan kronologi lengkap kejahatan tersebut.

Pemakaman dan Proses Hukum

Jenazah Muhammad Royan Prastio telah dimakamkan di pemakaman umum setempat. Pihak keluarga berharap agar kasus ini dapat diusut tuntas dan pelaku menerima hukuman setimpal atas perbuatannya. Proses hukum terhadap pelaku akan terus berjalan guna mengungkap seluruh fakta di balik kematian tragis bocah 7 tahun tersebut.