PALEMBANG | Pada Senin, 15 Juni 2026, Pemerintah Kota Palembang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1.343 dengan menggelar serangkaian acara di Halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Acara utama yang disorot adalah Festival “Palembang Berdaya, Palembang Sejahtera dan Berbudaya” serta peluncuran resmi Prangko Penanda Kota Palembang.
Festival ini menampilkan berbagai aktivitas budaya, pameran, dan lomba yang menonjolkan kreativitas serta kekayaan warisan lokal. Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa peringatan HUT tidak hanya tentang pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga tentang memperkuat identitas, melestarikan budaya, dan membangun karakter masyarakat.
Visi Tema HUT 2026: Berdaya, Sejahtera, Budaya
Menurut Aprizal, tema tahun ini mencerminkan tiga pilar utama pembangunan kota:
- Palembang Berdaya: meningkatkan kapasitas masyarakat, kreativitas, serta daya saing ekonomi inklusif.
- Palembang Sejahtera: memperbaiki pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
- Palembang Berbudaya: menjaga akar sejarah dan identitas budaya di tengah proses modernisasi.
Dengan mengintegrasikan ketiga elemen tersebut, pemerintah berharap tercipta kota yang maju secara ekonomi sekaligus tetap menghormati warisan budaya.
Peluncuran Prangko Ikon Kota Palembang
Acara puncak festival adalah peluncuran Prangko Penanda Kota Palembang, yang sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya. Aprizal menjelaskan bahwa prangko tidak lagi sekadar alat kirim surat, melainkan media untuk memperkenalkan citra dan jiwa Palembang kepada dalam negeri maupun mancanegara.
Empat ikon bersejarah dipilih menjadi gambar utama pada prangko:
- Prasasti Kedukan Bukit – bukti kejayaan Kerajaan Sriwijaya.
- Museum Sultan Mahmud Badaruddin II – rumah koleksi sejarah dan kebudayaan Palembang.
- Gedung Ledeng – simbol pembangunan infrastruktur kota.
- Jembatan Ampera – landmark yang dikenal dunia sebagai kebanggaan Palembang.
Desain ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebanggaan serta meningkatkan citra kota pada pasar kolektor dan wisatawan budaya.
Lomba Fashion Wastra Palembang
Selain peluncuran prangko, festival juga mengadakan Lomba Fashion Wastra Palembang. Kompetisi ini menonjolkan kain tradisional seperti songket dan tekstil khas Palembang, sekaligus mendorong transformasi produk budaya menjadi kekuatan ekonomi kreatif. Para perancang muda diberi panggung untuk menampilkan reinterpretasi modern dari warisan tekstil, dengan harapan dapat membuka peluang pasar nasional dan internasional.
Ajakan Kolaborasi Semua Pihak
Di akhir acara, Sekretaris Daerah mengajak seluruh elemen masyarakat—instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta media massa—untuk bersinergi dalam mewujudkan Palembang yang maju, nyaman, dan sejahtera. Ia menekankan pentingnya persatuan dalam melestarikan nilai-nilai luhur budaya sambil terus mendorong inovasi ekonomi.
Penutup
Perayaan HUT ke-1.343 Palembang tidak hanya menjadi seremonial, melainkan sebuah langkah strategis untuk memadukan pembangunan infrastruktur, penguatan identitas budaya, dan peningkatan kesejahteraan sosial. Dengan mengedepankan tiga pilar berdaya, sejahtera, dan budaya, kota ini menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk menjadi kota yang kompetitif sekaligus berakar kuat pada sejarahnya.






