Palembang, – Pemerintah Kota Palembang secara resmi meluncurkan program Car Free Day (CFD) pada Minggu, 14 Juni 2026. Upacara peresmian berlangsung di atas Jembatan Ampera, ikon kebanggaan kota, dan dihadiri oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta sejumlah pejabat daerah dan perwakilan masyarakat.
Acara dimulai pukul 09.51 WIB dengan sambutan singkat dari Wali Kota Ratu Dewa. Ia menekankan bahwa CFD bukanlah inisiatif yang muncul secara tiba‑tiba. “Momentum ini bukanlah perjalanan yang lahir dalam semalam. Kita semua mengetahui bahwa sebelum sampai pada hari ini, berbagai uji coba dan evaluasi telah dilakukan. Berbagai tantangan teknis, lalu lintas, keamanan, hingga kenyamanan masyarakat telah kita hadapi bersama,” ujar Ratu Dewa di depan ribuan warga yang turut meramaikan acara.
Selama proses persiapan, tim lintas instansi melakukan serangkaian uji coba di beberapa titik strategis kota, termasuk Jembatan Ampera. Evaluasi tersebut mencakup keamanan, pengaturan arus kendaraan, serta kesiapan fasilitas publik seperti area bermain anak, stan UMKM, dan ruang berkumpul komunitas. Hasilnya menunjukkan bahwa Palembang siap mengimplementasikan CFD secara rutin.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru juga menyampaikan dukungan penuh pemerintah provinsi dalam pelaksanaan program ini. “Sinergi antara Pemkot dan Pemprov menjadi kunci utama keberhasilan Car Free Day. Kami siap memberikan sumber daya dan koordinasi yang diperlukan untuk menjadikan acara ini berkelanjutan,” kata Deru.
Wali Kota menambahkan apresiasi kepada Kapolda Sumatera Selatan, Kapolrestabes Palembang, dan seluruh aparat keamanan yang terlibat dalam pengamanan dan pengawalan acara. “Ketika pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat berjalan dalam satu irama, tidak ada cita‑cita besar yang mustahil untuk diwujudkan,” tegasnya.
Menurut Ratu Dewa, Car Free Day bukan sekadar menutup jalan bagi kendaraan bermotor, melainkan membuka ruang publik bagi warga. “Car Free Day adalah membuka ruang bagi manusia. Membuka ruang untuk kesehatan, kebersamaan, tempat anak‑anak bermain, pelaku UMKM untuk tumbuh, komunitas berkarya, dan warga untuk kembali merasakan bahwa kota ini adalah milik bersama,” jelasnya.
Program ini diharapkan dapat menempatkan Palembang sejajar dengan kota‑kota besar dunia yang telah mengintegrasikan ruang publik sehat dan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari‑hari. Ratu Dewa berharap CFD tidak hanya menjadi kegiatan mingguan, melainkan memicu terbentuknya budaya baru yang menekankan pada gaya hidup sehat, tertib, dan berkelanjutan.
“Hari ini bukan garis akhir. Hari ini adalah garis start. Start menuju Palembang yang lebih sehat, lebih tertib, lebih ramah lingkungan, dan lebih bahagia,” ujarnya saat memotong pita merah sebagai simbol peluncuran resmi program.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama, di mana warga dapat menikmati pemandangan Sungai Musi dari Jembatan Ampera tanpa gangguan kendaraan. Beberapa komunitas lokal menyiapkan pertunjukan musik, senam pagi, serta bazaar produk UMKM, menambah semarak suasana Car Free Day pertama di Palembang.
Keberhasilan peluncuran ini menandai langkah strategis kota dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke‑1.343 Palembang. Pemerintah Kota berkomitmen untuk terus mengembangkan program serupa, memperluas area CFD, serta meningkatkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Para warga yang hadir memberikan respon positif, menilai bahwa kebijakan ini memberikan napas segar bagi kota yang selama ini dipenuhi kepadatan lalu lintas. “Saya senang bisa berolahraga di area yang biasanya dipenuhi mobil. Ini memberi kami ruang untuk berinteraksi dan bernapas lega,” ujar salah satu peserta.
Dengan dukungan semua pihak, Palembang kini melangkah menuju kota yang lebih manusiawi, hijau, dan berdaya saing.






