Penusukan Perawat Gigi di Tangerang: Pasien Menusuk Lima Kali, Motif Diduga Gangguan Kejiwaan

Tangerang – Kasus kekerasan terhadap tenaga kesehatan kembali terjadi di Kota Tangerang, Banten. Seorang perawat klinik gigi ditusuk berulang kali oleh seorang pasien pria yang baru pertama kali datang berobat. Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Sabtu, 30 Mei 2026, sekitar pukul 16.00 WIB di Klinik Gigi King Dental, Jalan Raya Regency, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk.

Korban adalah seorang perawat wanita berinisial VS atau Vero. Ia mengalami lima luka tusuk di bagian tangan, punggung, perut, dan pundak. Akibat kehilangan banyak darah, Vero langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga kini, kondisinya masih terus dipantau tim medis.

Pelaku merupakan pria berinisial MA. Ia datang ke klinik sebagai pasien baru untuk membersihkan karang gigi atau scaling. Setelah perawatan selesai, MA meminta diantar ke toilet oleh korban. Sesaat setelah keluar dari toilet, ia memanggil Vero dengan alasan ingin menyampaikan sesuatu.

Saat Vero mendekat, MA tiba-tiba mengeluarkan pisau yang telah dibawa dari rumahnya dan langsung menusuk korban secara berulang kali. Serangan mendadak itu memicu kepanikan di dalam klinik. Warga sekitar yang mendengar teriakan korban segera mengejar dan berhasil menangkap pelaku sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.

Polsek Jatiuwung yang menangani kasus ini telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Barang bukti yang disita antara lain pisau yang digunakan untuk menusuk serta sabuk bela diri milik pelaku. MA mengakui perbuatannya dan mengaku membawa pisau dari rumah, namun ia kerap diam ketika ditanyai lebih lanjut oleh penyidik.

Hingga Rabu, 4 Juni 2026, motif pasti penusukan masih dalam pendalaman. Polisi belum menemukan adanya hubungan pribadi antara pelaku dan korban. MA hanya pasien biasa yang baru pertama kali datang ke klinik tersebut.
Yang menjadi petunjuk kuat saat ini adalah kondisi kejiwaan pelaku. Menurut keterangan keluarga, MA memiliki riwayat skizofrenia dan sedang menjalani pengobatan rawat jalan. Pihak kepolisian saat ini sedang melakukan pemeriksaan kejiwaan secara mendalam untuk mengetahui kondisi mental pelaku pada saat kejadian.

Baca Juga  Viral! Oknum Satpol PP Bekasi Diduga Lakukan Pungli ke PKL di Kalimalang

Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat, khususnya para tenaga kesehatan. Banyak pihak menekankan pentingnya peningkatan keamanan di fasilitas pelayanan kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Polisi terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap motif sebenarnya dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mendukung pemulihan korban.