Lahat  

74% Golput, Pilkades Desa Ulak pandan Terancam Batal

Sumselnews.co.id LAHAT || Pemilihan Kepala Desa yang dilaksanakan Serentak (Pilkades) Tahun 2021 di Kabupaten Lahat sudah di laksanakan. akan tetapi ada yang tidak biasa terhadap pesta demokrasi yang seharusnya menjadi Pesta rakyat untuk menentukan pemimipin di desanya.

Biasanya masyarakat berbondong – bondong untuk datang ke TPS,akan tetapi sebaliknya masyarakat berbondong – bondong memutuskan untuk tidak datang ke TPS. Dari Data DPT sebanyak 1.999 mata pilih,hanya sebanyak 512 orang yang menggunakan hak pilihnya.

Pilkades Ulak Pandan ini diikuti empat orang calon kepala desa. Masing – masih calon memperoleh suara sebanyak :
—- Suriadinata Mendapatkan 30 suara.
—- Hasairin Mendapatkan 324 suara.
—- Pirsol Hindi S.Pd Mendapatkan 2 suara dan
—- Jhoni walker S.Pdi Mendapatkan 66 suara.

Kalau menurut beberapa hari yang lalu sempat ada aksi masa yang tergabung dalam Masyarakat Cinta Demokrasi Bersatu,yang menyuarakan agar Pilkades ditunda, karna mereka menganggap keputusan panitia kecamatan sudah tidak sesuai tugas dan wewenangnya.

bahkan ada petisi masyarakat yang sudah membubuhkan tanda tangan dan melampirkan KTP sebanyak 1.248 orang. Dalam aksi tersebutpun Panitia Pilkades Desa dan BPD sepakat untuk Menunda Pilkades dengan melaporkan situasi keadaan kalau Pilkades tetap dilanjutkan ke Panitia Kecamatan. tembusan DPMDes, Bupati dan DPRD

Akan tetapi, Bupati Lahat melalui Kadis DPMDes,Camat Merapi barat,Pjs Kades Ulak Pandan menyatakan Pilkades Ulak Pandan tetap dilaksanakan, Apapun alasannya. 

Untuk mencegah keributan dan gelombang aksi masa lanjutan dengan Pengawalan dan pengamanan yang ketat dari Pihak Kepolisian dan TNI Pilkades pun tetap dilaksanakan, akan tetapi dari ke 4 Calon Kepala Desa hanya memperoleh suara sebanyak 422 Suara,Suara yang tidak sah sebanyak 90,Sedangkan Golput sebanyak 1.487 orang. 

Baca Juga  Gubernur Sumsel Herman deru Buka Langsung Kegiatan Sriwijaya Gran Fondo 2020 Cycling Challenge, Oku Selatan

Yudi, derlan dan Sudarman warga ulak Pandan saat diminta keterangan pewarta menyampaikan bahwa ini pesta demokrasi akan tetapi sangat disesalkan terkesan dipaksakan,bahkan sudah buat capek semua pihak,

“kasian masyarakat, Panitia, TNI dan Polri sudah berjuang keras untuk mengawal dan mengamankan,akan tetapi hasil tak bisa dipaksakan Rakyat Berdaulat dan menentukan sikap,”Ucapnya

Evan Yusup panitia kepala Desa Ulak Pandan saat diminta tanggapan menyampaikan bahwa setiap orang mempunyai hak untuk menentukan pilihannya dan saat ini hasilnya bisa kita lihat bersama.tugas sudah kami tunaikan,bahkan ke 4 calon pun sudah menyatakan sikap menerima dan mendukung apapun hasil Pilkades. Akan tetapi masyarakat berkendak lain.

“jadi kita serahkan saja secara aturan. Agar lebih jelas,kami hari ini akan berkirim surat ke DPRD,agar langkah yang kami lakukan tidak salah, karena berpotensi hukum dan konflik di desa. Karena disisi lain kami diminta tanda tangan form 1-5 dari pihak kecamatan yang salah satu isinya menyatakan dan mengesahkan kades terpilih dengan suara terbanyak,” Tuturnya

Sedangkan disisi lain kami didesak oleh sikap masyarakat,bahwa ini batal secara hukum karena pemilih tidak mencapai 50%+1 masyarakat yang menggunakan hak pilihnya, hanya 24%,”Ucap Evan Selaku ketua Panitia Pilkades Serentak Tahun 2021 Desa Ulak pandan,Kabupaten Lahat,Provinsi Sumatera selatan

Agustin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *