Wagub Sumsel Cik Ujang: Pemerintah Tak Bisa Bantu Dana, SFC Klub Swasta Murni

PALEMBANG.COM – Krisis yang tengah melanda Sriwijaya FC (SFC), usai penonaktifan pelatih kepala, mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Cik Ujang.Ia menilai bahwa pertemuan antara Gubernur Sumsel Herman Deru dengan tiga elemen suporter klub belum tentu menjadi solusi utama, mengingat adanya keterbatasan aturan pemerintah.

“Pemerintah daerah tidak bisa memberikan intervensi berupa bantuan dana kepada klub sepak bola profesional,” tegas Cik Ujang, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, SFC merupakan klub swasta murni, sehingga secara aturan tidak diperbolehkan menerima bantuan langsung dari pemerintah daerah.

“SFC itu klub swasta murni. Secara aturan, klub Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 tidak boleh dibantu dana APBD,” ujarnya.

Cik Ujang yang juga menjabat sebagai Presiden Sumsel United menyayangkan bahwa pihak yang menemui Gubernur Sumsel beberapa waktu lalu adalah perwakilan suporter, bukan manajemen resmi SFC.

Ia menegaskan hingga kini belum ada satu pun perwakilan manajemen Sriwijaya FC yang datang untuk melakukan koordinasi atau membahas kondisi tim secara resmi.

“Sponsor itu bisa saja didorong, tetapi kan tidak ada koordinasi dengan manajemen SFC,” ungkapnya.

Wagub mengaku sedih melihat kondisi yang tengah dialami Sriwijaya FC. Sebagai klub legendaris dan kebanggaan masyarakat Sumsel, SFC diharapkan bisa menjadi contoh klub profesional yang sehat dan mandiri.

“Kami di Sumsel United menganggap mereka itu kakak. Kalau bisa mereka bertahan dan naik kelas. Kita bersaing, tapi tidak untuk saling menjatuhkan,” kata Cik Ujang.

Alih-alih melihat kondisi SFC sebagai rivalitas negatif, Cik Ujang menilai bertambahnya klub profesional di Sumsel justru menjadi keuntungan besar bagi perkembangan olahraga di Bumi Sriwijaya.

Dengan adanya dua tim profesional — Sriwijaya FC dan Sumsel United — menurutnya, semakin banyak peluang bagi pemain lokal untuk menunjukkan bakatnya.

Baca Juga  JNE Berbagi Keberkahan di Ramadan 2024

“Sumsel United itu kipernya dari Musi Rawas, ada juga dari Komering, Ogan Ilir, dan Musi Banyuasin. Semakin banyak klub di Sumsel, semakin banyak juga kesempatan bagi pemain lokal untuk berkarier,” tutupnya.