PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, menegaskan kesiapan provinsi yang dipimpinnya untuk menjadi pelopor pelaksanaan Program Nasional 3 Juta Rumah yang diinisiasi langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat memimpin rapat bersama para pengembang perumahan di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, Rabu (12/11/2025). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya percepatan penyediaan rumah layak bagi masyarakat sebagai upaya nyata meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Saya mengapresiasi langkah besar Presiden Prabowo Subianto dalam meluncurkan program 3 juta rumah. Ini kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat, dan Sumsel siap berperan aktif,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, penyediaan rumah tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan papan, tetapi juga menjadi simbol kesejahteraan dan martabat keluarga. Oleh karena itu, pelaksanaan program ini harus dilakukan secara terukur, cepat, dan melibatkan berbagai pihak.
Gubernur Herman Deru mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan membentuk Tim Percepatan Pembangunan Rumah di tingkat provinsi. Tim ini akan bertugas mengoordinasikan langkah-langkah strategis antara pemerintah daerah, kementerian terkait, dan pihak pengembang agar setiap proses pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Tim ini akan menjadi motor koordinasi antara pemerintah daerah, kementerian, dan para pengembang. Kita ingin semua bergerak cepat dan terukur,” tambahnya.
Herman Deru juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program nasional tersebut. Menurutnya, pembangunan rumah rakyat tidak bisa dipandang hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga mencakup penataan ruang, kemudahan perizinan, dan dukungan pembiayaan dari sektor perbankan.
Ia mengajak semua pihak, baik pemerintah daerah, pengembang, maupun lembaga keuangan, untuk menjadikan program ini sebagai gerakan bersama demi kesejahteraan masyarakat Sumsel.
“Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi simbol kesejahteraan dan martabat keluarga. Karena itu, mari kita wujudkan rumah layak bagi seluruh rakyat Sumsel,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sumsel, Ir. H. Novian Aswardani, S.T., M.M., IPM, Asean Eng, mengungkapkan bahwa rapat tersebut menghasilkan sejumlah kesepahaman penting antara pemerintah dan para pengembang. Salah satunya adalah penyamaan visi untuk mempercepat pembangunan rumah rakyat dan mengurangi backlog perumahan di wilayah Sumatera Selatan.
“Gubernur menegaskan agar hambatan di lapangan segera diselesaikan. Beliau ingin program ini menjadi gerakan bersama untuk menurunkan backlog perumahan,” kata Novian.
Ia juga menambahkan, implementasi program nasional ini diyakini akan memberikan dampak ekonomi positif bagi daerah. Peningkatan kebutuhan bahan bangunan, penyerapan tenaga kerja, dan tumbuhnya sektor jasa pendukung diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan.
Dengan langkah konkret dan koordinasi lintas sektor yang kuat, Provinsi Sumatera Selatan kini menjadi salah satu daerah yang paling siap menjalankan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan melalui penyediaan hunian layak bagi rakyat Indonesia.

