Pemkab Muba Keluarkan 10 Ton Beras Dalam Operasi Pasar

Lais, Muba- Berbaris dengan tertib, Masyarakat Warga Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin terlihat sangat antusias memadati operasi pasar yang digelar Pemkab Muba melalui Dinas perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) bekerjasama dengan perum Bulog Drive Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (22/8/2023).

Terlihat dari ramainya masyarakat yang mengunjungi operasi pasar yang berlangsung di halaman kantor Camat Lais tersebut, tidak hanya ibu-ibu saja bahkan bapak-bapak pun turut serta meramaikannya.

Kegiatan operasi pasar ini dibuka secara resmi oleh orang nomor satu di Kabupaten Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud. Dikatakan H Apriyadi bahwa operasi pasar ini diadakan, selain untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, kegiatan operasi pasar ini juga dilaksanakan untuk menjaga stabilitas harga dalam rangka Pengendalian Inflasi Daerah di
Kecamatan Lais.

“Alhamdulillah, hari ini sudah disiapkan kurang lebih sebanyak 1000 paket. Dan InsyaAllah jajaran Pemkab Muba akan terus mengupayakan agar kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat pada masyarakat dan mampu berkontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah khususnya di Kabupaten Muba,”ujarnya.

Pada kesempatan ini, Pj Bupati H Apriyadi juga berharap agar pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) provinsi Sumatera Selatan secara rutin melakukan kegiatan tersebut.

“Kami Pemkab Muba menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Perum Bulog Provinsi Sumsel atas terselenggaranya kegiatan operasi pasar di kecamatan Lais ini. Kami harapkan kepada Perum Bulog untuk dapat menyelenggarakan kegiatan operasi pasar ini diseluruh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Muba. Intinya sering- sering dilakukan, sekali lagi kami dari jajaran Pemkab Muba siap untuk mendampingi dan memfasilitasi. Dan pesan saya kepada masyarakat tetap antri dengan tertib sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, “tandasnya.

Baca Juga  Pemkab Muba Fokus Percepat Tekan Angka Stunting dan Kemiskiknan EkstremSEKAYU, - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Desiminasi I Audit Kasus Stunting dan Kemiskiknan Ekstrem, di Ruang Rapat Serasan Sekate Setda Muba, Selasa (25/10/2022). Rapat dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Musni Wijaya SSos MSi, bersama Kepala Perangkat Daerah Muba, Camat dan Stakeholder terkait. Dalam Rapat Diseminasi I Audit Kasus Stunting dan Kemiskiknan Ekstrem di Kabupaten Muba Pj Sekda mengungkapkan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrim menjadi fokus perhatian semua pihak, untuk menekan kasus-kasus yang terjadi di Muba. Oleh karena itu, lanjut Pj Sekda Muba, upaya ini harus ditingkatkan dengan melaksanakan rekomendasi-rekomendasi yang diberikan oleh para pakar, narasumber dan tim audit kasus stunting dalam rapat tersebut. "Kami minta baik stunting maupun kemiskinan ekstrim, memang fokus dan menjadi perhatian kita bersama. Hasil pendataan Regsosek juga diharapkan terjadi adanya penurunan yang cukup signifikan," ujarnya. Musni juga menghimbau kepada OPD terkait dalam melaksanakan program kegiatan penurunan stunting dan kemiskinan harus menyentuh langsung kepada masyarakat dan tepat sasaran. "Harapan kita kedepan tentunya cara kita menurunkannya harus secara extreme. Masalah pendataan harus kita perhatikan juga," imbuhnya. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Darsono hadir secara virtual, mengatakan pihaknya telah melakukan survei di Kecamatan Lais dan Sekayu dan memberikan apresiasi kepada Pemkab Muba atas upaya penurunan angka kemiskinan dari 6,68% di tahun 2021 menjadi 4,74% pada tahun 2022. Menurutnya, upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia perlu langkah yang progresif, ekstrem dan langkah yang luar biasa dari semua pihak yang terlibat. "Ada beberapa rekomendasi kerangka kebijakan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim, diantaranya menurunkan beban pengeluaran masyarakat melalui bantuan sosial, dan jaminan sosial. Kemudian peningkatan pendapatan masyarakat seperti pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi lokal, akses pekerjaan, dan selanjutnya meningkatkan akses terhadap layanan dasar serta meningkatkan konektivitas antar wilayah," bebernya. Sementara Ketua Tim Audit Kasus Stunting Muba Mirwan Susanto SE MM memaparkan pelaksanaan Audit Kasus Stunting di Kabupaten Muba dilakukan di Kecamatan Sekayu, Plakat Tinggi dan Kecamatan Batang Hari Leko dengan sasaran yang beresiko, calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, bayi umur kurang dari dua tahun, dan balita umur kurang dari lima tahun. Dalam pelaksanaan audit stunting menggunakan data dari Dinas Kesehatan Muba, DPPKB, dan BKKBN. "Target kita tahun 2024 kasus stunting berada di angka 14%. Ini perlu kerjasama dengan semua stakeholder yang ada, termasuk PKK, TNI, Polri, DNA pihak yang terlibat penurunan Stunting," pungkasnya

Senada, kepala Disperindag Azizah SSos MT dalam melaporkan menyampaikan kegiatan ini bertujuan pertama tentu untuk membantu masyarakat dalam kondisi sekarang. Dikatakannya bahwa memang di beberapa wilayah di Kabupaten Musi Banyuasin harga-harga komoditi khususnya beras ini mulai menunjukkan trend kenaikan di semua Kecamatan.

“Beras dari Bulog hari ini Pak sebanyak 8 ton kemudian juga itu didampingi dengan komoditi gula dan minyak, jadi total keseluruhan yang kita lakukan dioperasi pasar ini sebanyak 10 ton dari Bulog dan nanti akan dibeli masyarakat dengan harga yang sudah di subsidi oleh Bulog dalam arti resmi dari pemerintah dan dari Kementerian perdagangan untuk satu paket pak beras 5 kg dan minyak goreng itu dijual seharga 60.000 ribu per paket,”pungkasnya.

salah satu warga di kecamatan Lais yang merupakan ibu rumah tangga yang berbelanja di operasi pasar murah mengaku merasa senang dengan adanya operasi pasar murah ini. Ia menyebutkan, harga yang lebih murah sangat membantu bagi masyarakat.

“Terima kasih pak Pj Bupati H Apriyadi Mahmud dengan adanya kegiatan seperti ini dapat membantu kami masyarakat. Kami bersyukur punya pemimpin sangat peduli pada masyarakatnya, semoga Pemkab Muba terus terdepan dan lebih baik lagi kedepannya,”ungkapnya.

Dia mengharapkan operasi pasar murah seperti ini bisa terus diadakan dan diperbanyak lokasi pasar murahnya. Kedepan lebih banyak lagi distributor yang ikut berkontribusi. “Semoga kedepannya pasar murah seperti ini terus ada, jika bisa lebih murah lagi,” harapnya.