Beranda Nasional Pemerintah Rencanakan Bangun Tol Serang – Penimbang

Pemerintah Rencanakan Bangun Tol Serang – Penimbang

65
0

SumselNews.co.id Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memimpin Rapat Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Provinsi Banten. Dengan didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, acara yang berlangsung secara virtual ini diselenggarakan pada Kamis (18-02-2021).

Agenda utama yang dibahas dalam rapat ini adalah mengenai rencana pengembangan wilayah dan percepatan infrastruktur Provinsi Banten. Beberapa kegiatan pembangunan infrastruktur di antaranya sudah tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Pengembangan wilayah dan percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Banten akan mencakup empat aspek. Pertama, pengembangan konektivitas tol Serang–Panimbang, jalan akses menuju kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Lesung, dan tol Serpong-Balaraja. Kedua, pembangunan sarana prasarana Bendungan Karian dan sistem penyediaan air minum (SPAM) Karian-Serpong. Ketiga, pengembangan kawasan KEK Tanjung Lesung dan Kawasan Industri Wilmar. Keempat, pengembangan wilayah Kota Baru Maja.

Namun, Menko Luhut menegaskan bahwa rapat ini hanya akan membahas rencana pokok pembangunan infrastruktur di Provinsi Banten. “Kita harus prioritaskan, nggak bisa semuanya direalisasikan di waktu yang bersamaan,” ungkap Menko Luhut.

Fokus utama pengembangan wilayah di Provinsi Banten yang dimaksud mencakup lima hal. Pertama, pengembangan konektivitas jalan tol Serang-Panimbang. Pembangunan Tol Serang-Panimbang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas Banten Selatan dan mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Menko Luhut menyatakan, “KEK Tanjung Lesung tidak akan berjalan kalau kita tidak perbaiki fasilitas dan aksesibilitas menuju ke sana.”

Tol yang berada di koridor tengah ekonomi Banten ini akan dibangun sepanjang kurang lebih 83,6 kilometer dan melewati kurang lebih 50 desa/kelurahan. Fokusnya pun akan bergerak pada sektor industri manufaktur, perdagangan, logistik, pemukiman, dan jasa.

“Sejauh ini, pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang sudah mencapai 89,23 persen dan fisik 29,45 persen,” jelas Gubernur Banten Petahana Wahidin Halim dalam kesempatan tersebut. Menambahkan, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian mengatakan bahwa pembangunan tol tersebut dibagi menjadi tiga seksi. Seksi pertama diharapkan selesai pada tahun 2021 dengan panjang jalan 26,5 kilometer, sedangkan seksi 2 dan 3 ditargetkan rampung pada tahun 2023.

Kedua, pengembangan kawasan industri terintegrasi Wilmar. Nantinya, kawasan industri ini akan mampu menyediakan gas hingga 20 _million standard cubic feet per day_ (MMSCFD) dan listrik hingga 500 megawatt (MW) bagi _tenant_. Lahan seluas 800 hektar yang rencananya akan digunakan sebagai kawasan industri pun telah disiapkan.

Ketiga, pengembangan KEK Tanjung Lesung dengan luas area 1.500 hektar. Kawasan ini memiliki potensi pariwisata yang beragam, mulai dari keindahan pantai, pemandangan langsung ke Gunung Krakatau, keberagaman flora dan fauna, serta kekayaan budaya. Satu hal yang menjadi perhatian, karena letaknya yang dekat dari Ibukota Jakarta, yakni 170 kilometer atau sekitar 2,5-3 jam perjalananan darat, lokasi ini akan mampu menarik banyak wisatawan domestik maupun internasional. Dengan banyaknya fasilitas yang ditawarkan, lokasi ini diproyeksikan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 85.000 orang hingga tahun 2025.

Keempat, pengembangan wilayah Kota Baru Maja yang merupakan _major project_ untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan. Kota ini akan dibangun dengan konsep _compact city_ sebagai alternatif lahan termurah dan terdekat dengan Jakarta, dengan dukungan akses transportasi murah _commuter line_.

Sejauh ini, sudah ada 200 ribu rumah yang sudah dan akan dibangun di Kota Baru Maja, Gubernur Banten mengusulkan, selain akses _commuter line_ perlu juga dibangun moda transportasi lain karena akan ada banyak penduduk yang tinggal di sana. Ia pun menyatakan rencananya untuk membangun tempat pembuangan akhir (TPA) regional untuk mengakomodasi kebutuhan pembuangan sampah di Provinsi Banten, maupun di kabupaten/kota di sekitarnya.

Kelima, pembangunan sarana prasarana Bendungan Karian yang akan menyediakan kebutuhan air sebesar 9,1 m3/detik untuk Kabupaten Lebak, Pandeglang, Tangerang, Tangerang Selatan, dan DKI Jakarta. Selain itu, bendungan ini juga akan memfasilitasi kebutuhan air 5,5 m3/detik untuk Daerah Irigasi Ciujung dan suplai air untuk Kota Cilegon dan Kabupaten Serang. Selain itu, Bendungan Karian akan mampu menjadi pengendali banjir, menjadi salah satu titik wisata air, juga menjadi pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) dengan potensi 1,8 MW. Kapasitas Bendungan Karian adalah sebesar 314,7 juta m3.

Ketika membahas tentang Bendungan Karian, Menko Luhut mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi alam. “Kekurangan air di dunia akan terjadi dan kita harus menyiapkan diri dari sekarang. Jangan tebang hutan karena merupakan salah satu sumber persediaan air.”

Sepakat dengan Menko Luhut, Deputi Bidang Pengembangan Regional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rudy Prawiradinata menegaskan bahwa sanitasi dan air bersih merupakan faktor yang sangat penting yang harus menjadi perhatian semua pihak. “Penyediaan air bersih atau SPAM perlu dipersiapkan Provinsi Banten untuk memenuhi kebutuhan daerah pemukiman maupun industri, di samping jalan tol untuk pergerakan ekonomi,” tungkasnya.

“Semoga proyek ini dapat terakomodasi agar pelaksanaannya tidak terhambat. Kita terus mengupayakan hal tersebut dengan melakukan koordinasi, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten,” beber Menteri ATR/BPN.

Menutup rapat, Menko Luhut memberikan arahan, “Sekarang saya mohon dengan sangat kepada semua. Kita harus berjanji agar kita tidak membenarkan aksi _illegal logging_ di tempat kita masing-masing.” Ia pun merekomendasikan agar dapat dibuat _nursery_ untuk program penanaman pohon. “Jangan sampai anak-cucu kita menderita karena kesalahan kita sekarang,” pesannya.(*)

Tanggal Update on 18 Februari 2021 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here