PALEMBANG | Suasana penyembelihan hewan kurban di kawasan Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang, berubah menjadi duka, Rabu (27/5/2026) siang. Seorang panitia kurban dikabarkan tewas tenggelam di anak sungai Musi saat sedang mencuci babat hewan kurban.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi di lokasi, korban diketahui turun ke aliran anak sungai Musi untuk membersihkan babat hewan kurban. Air di sekitar tempat tersebut tampak tenang dan tidak dalam. Namun, diduga korban terpeleset dan masuk ke bagian yang lebih dalam.
Korban sempat berteriak minta tolong, namun arus air yang cukup deras dan kedalaman tak terduga membuatnya sulit menyelamatkan diri. Warga yang mendengar teriakan segera berusaha menolong, tetapi korban sudah tidak sadarkan diri saat berhasil dievakuasi ke tepi sungai.
Petugas dari kepolisian dan tim SAR setempat tiba di lokasi beberapa menit setelah kejadian. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat.
Identitas Korban dan Upaya Evakuasi
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang. Namun, diketahui korban merupakan salah satu panitia kurban yang bertugas di masjid atau musala sekitar lokasi kejadian. Tim medis telah melakukan penanganan awal dan jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit dengan melibatkan puluhan warga dan aparat. Beberapa warga mengaku syok karena kejadian seperti ini jarang terjadi di kawasan tersebut. Mereka berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Tanggapan Warga dan Pihak Terkait
Sejumlah warga yang menyaksikan langsung kejadian mengungkapkan rasa duka mendalam. Mereka mengatakan bahwa korban dikenal sebagai sosok yang rajin dan selalu membantu kegiatan keagamaan di lingkungannya. Salah seorang tetangga korban menyebutkan, ‘Ia orang baik, selalu ikut panitia kurban setiap tahun. Kejadian ini sangat mengejutkan kami.’
Pihak kelurahan setempat juga menyampaikan belasungkawa dan akan membantu proses pemakaman korban. Lurah 5 Ulu, dalam keterangannya, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di tepi sungai, terutama saat musim hujan yang membuat debit air tidak menentu.
Sementara itu, Kapolsek Jakabaring mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal adalah korban terpeleset karena kondisi tebing sungai yang licin. Polisi juga mengingatkan agar panitia kurban selalu memperhatikan keselamatan saat bekerja di dekat sumber air.
Pesan Keselamatan Saat Musim Kurban
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya panitia kurban, untuk selalu mengutamakan keselamatan. Beberapa langkah antisipasi yang bisa dilakukan antara lain memastikan area pencucian hewan kurban memiliki pijakan yang aman, menggunakan alat bantu seperti tali pengaman, dan tidak bekerja sendirian di tempat berisiko.
Selain itu, perlu juga dilakukan pemeriksaan kondisi lingkungan sekitar sebelum memulai aktivitas. Jika memungkinkan, gunakan lokasi pencucian yang jauh dari aliran sungai deras atau area yang tidak terduga kedalamannya. Kesadaran akan risiko dapat mencegah jatuhnya korban jiwa di masa depan.
Kecelakaan tragis ini sekaligus mengingatkan bahwa momen ibadah kurban juga harus diiringi dengan kewaspadaan. Semoga korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.






