OKI, Sumsel  

Herman Deru Hadiri Upacara Ngaben di OKI: Perpaduan Kearifan Lokal dan Toleransi Beragama

OKI, Sumatera Selatan — Suasana sakral dan penuh keheningan menyelimuti Desa Adat Dharma Yoga, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), saat ratusan umat Hindu mengikuti prosesi Ngaben Massal. Tradisi yang sarat makna spiritual ini menjadi sorotan bukan hanya karena nilai budayanya, tetapi juga karena kehadiran Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang turut menyaksikan langsung prosesi tersebut, Sabtu (3/8/2025).

Didampingi oleh Kapolda Sumsel, Kasdam II Sriwijaya, serta Bupati OKI Muchendi Mahzarekki, Gubernur Herman Deru tampil mengenakan busana adat lengkap, termasuk hiasan kepala, sebagai bentuk penghormatan terhadap ritual suci umat Hindu itu.

“Tradisi ini unik, bernilai spiritual tinggi, dan layak menjadi daya tarik wisata budaya. Sumsel harus bangga memiliki masyarakat yang mampu menjaga kearifan lokal,” ungkap Deru dengan penuh kekaguman.

Ngaben adalah upacara pembakaran jenazah dalam tradisi umat Hindu yang diyakini sebagai proses penyucian roh dan mengantarkan arwah menuju alam roh (atma) untuk reinkarnasi atau bersatu dengan Sang Hyang Widhi.

Di tengah masyarakat Bali dan Hindu perantauan, Ngaben tetap dijaga dengan penuh penghormatan, meskipun jauh dari tanah leluhur. Di OKI, acara ini menjadi simbol kuatnya semangat pelestarian budaya dan nilai spiritual lintas generasi.

“Upacara ini tidak dapat terlaksana tanpa gotong royong masyarakat dan bantuan dari para donatur. Ini adalah bentuk nyata dari solidaritas budaya,” ujar Herman Deru.

Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel akan terus mendorong kegiatan adat semacam ini sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas Sumsel sebagai provinsi zero konflik dan toleran antarumat beragama.

“Saya berharap tradisi seperti ini bisa diangkat lebih luas melalui festival budaya atau kolaborasi pariwisata. Ini aset budaya yang sangat berharga,” katanya.

Ia juga menyampaikan doa dan penghormatan terhadap arwah para leluhur yang dimuliakan dalam upacara Ngaben tersebut, serta menyampaikan penghargaan tinggi kepada masyarakat Bali yang telah menunjukkan kontribusi signifikan dalam pembangunan Sumsel, khususnya dalam menjaga keharmonisan sosial dan nilai gotong royong.

“Warga Bali di Sumsel luar biasa. Mereka punya semangat kerja keras dan cinta damai. Ini sejalan dengan semangat kita membangun Sumsel yang inklusif,” tuturnya.

Ketua Panitia Ngaben Massal, Made Budianto, menyampaikan bahwa upacara tahun ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di luar Sumsel seperti Jambi, Bengkulu, Kalimantan, dan Nusa Penida.

“Kami berharap di tahun-tahun mendatang, kegiatan ini bisa digelar lebih besar lagi, dengan dukungan semua pihak termasuk pemerintah daerah dan pusat,” ucap Made.

Senada dengan itu, Bupati OKI Muchendi Mahzarekki menyatakan komitmennya untuk mendukung keberlangsungan acara ini dengan menyediakan lahan khusus untuk ritual Ngaben ke depannya.

“Ini adalah bagian dari kekayaan budaya nasional yang wajib kita pelihara dan banggakan. Kami akan menjadikan OKI sebagai sentra wisata budaya Hindu yang terbuka dan damai,” tandas Muchendi.

Prosesi Ngaben bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan simbol dari kesetiaan pada warisan leluhur, penghormatan terhadap nilai spiritual, dan penguatan jalinan antar budaya di tengah masyarakat plural seperti Sumsel.

Baca Juga  SMKN 1 Kayuagung Melaju ke Tingkat Nasional Pada Event OSN dan FLS2N 2021

Melalui dukungan nyata pemerintah dan keterlibatan aktif masyarakat lintas latar belakang, Sumatera Selatan menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah tantangan, melainkan kekuatan.

“Inilah wajah Indonesia: kaya, beragam, dan tetap bersatu,” kata Herman Deru menutup kunjungannya dengan penuh haru dan bangga.