Gubernur Herman Deru Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Program Desa Bersinar di Sumsel

Palembang – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya menyukseskan program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) di Sumatera Selatan.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Seminar Desa Bersinar bagi kepala desa dan perangkat desa se-Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Tahun 2026 yang digelar Harian Sumatera Ekspres di Hotel Aryaduta, Rabu (22/4/2026) malam.

Seminar yang mengangkat tema “Desa Tangguh Tanpa Narkoba: Strategi Menciptakan Lingkungan Aman, Produktif, dan Bebas Penyalahgunaan Narkoba untuk Muba Maju Lebih Cepat” ini diikuti berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Forkopimda kabupaten dan provinsi, Polda, hingga Kejaksaan Tinggi.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi peran Harian Sumatera Ekspres yang telah menginisiasi kegiatan edukatif terkait pencegahan dan penanggulangan peredaran narkoba.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi kekuatan utama dalam memerangi penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.

“Ini adalah misi yang luar biasa. Saya meminta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk berkoordinasi dengan semua pihak agar kegiatan ini dapat dijadikan role model,” ujar Herman Deru.

Ia menegaskan, desa sebagai garda terdepan pemerintahan memiliki peran strategis dalam memutus rantai peredaran narkoba, mulai dari tingkat keluarga hingga masyarakat luas.

Gubernur juga mendorong pelaksanaan workshop berkelanjutan guna meningkatkan pemahaman aparatur desa terhadap aspek hukum terkait narkoba.

“Jika aparatur desa memahami aturan hukum, mereka akan lebih efektif dalam melakukan pencegahan dari lingkungan terdekat,” katanya.

Herman Deru menambahkan, program Desa Bersinar akan diperluas penerapannya di seluruh desa di Sumatera Selatan yang berjumlah sekitar 3.228 desa.

Ia juga menekankan pentingnya tiga pilar utama dalam membentengi generasi muda, yakni pemahaman hukum, penguatan nilai agama, serta pelestarian adat dan budaya.

“Adat dan budaya harus menjadi tanggul dalam mencegah masuknya narkoba ke dalam rumah tangga. Ini harus terus digaungkan,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi muda yang berkualitas dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas.

“Kita harus menyiapkan generasi yang hebat, berakhlak baik, berilmu, berwawasan luas, serta mampu bersaing dalam pergaulan yang sehat,” pungkasnya.

General Manager Sumatera Ekspres, Iwan Wirawan, menambahkan bahwa kegiatan ini perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya bersama melawan narkoba.

“Narkoba adalah musuh bangsa. Mari bersama mewujudkan desa bersih narkoba, tidak hanya di Muba, tetapi juga di seluruh Sumatera Selatan,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Hisar Siallagan, para kepala OPD Sumsel, unsur Forkopimda Muba, serta sejumlah pejabat lainnya.